Definisi Visi, Misi, Tujuan
Alhamdulillah, akhirnya RB sempat lagi memposting sebuah artikel dalam label "perbedaan antara". Sebelumnya kalo tidak salah RB posting tentang perbedaan Yahudi dan Nasrani. Sekarang RB akan posting perbedaan antara misi, visi dan tujuan.
Pasti sering kita di sekolah sekolah atau institut pendidikan, terpasang di gedung merek.. visi 1,2,3 misi 1,2,3 dll. Nah mari RB jelaskan apa sih perbedaannya?
Menurut Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) yang saya punya.. Misi adalah Tugas yang dirasakan orang sebagai suatu kewajiban untuk melakukannya demi agama, ideologi, patriotisme,dsb.Visi adalah kemampuan melihat pada inti persoalan;pandangan luass;wawasan. Tujuan adalah arah;haluan;maksud.
Lalu apa perbedaannya? RB pun melakukan WASING (wawancara singkat) dengan seorang dosen bahasa Indonesia. Katanya Misi adalah Tugas,Tujuan adalah akhir yang hendak dicapai,Visi adalah Cita cita yang hendak dicapai. Lalu perbedaan visi dan tujuan, visi lebih idealis (lebih rinci dan sempurna) daripada tujuan.
Demikianlah sobat, kiranya sobat pasti mempunyai gambaran sedikit. Terimakasih.
Mau Yang HOT HOT
Home » Posts filed under Perbedaan Antara
Tampilkan postingan dengan label Perbedaan Antara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perbedaan Antara. Tampilkan semua postingan
Perbedaan Yahudi dan Nasrani
Perbedaan Yahudi dan Nasrani
Orang Yahudi
Diriwayatkan oleh Sa’id bin Mansur yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa ketika turun ayat 85 surat Ali Imran,“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”, berkatalah orang-orang Yahudi kepada Nabi Muhammad SAW,“Sebenarnya kami ini muslimin (orang-orang Islam)”.
Mendengar ungkapan kaum Yahudi tersebut, Nabi Muhammad bersabda: “Allah telah mewajibkan kaum muslimin berhaji ke Baitullah”. Orang-orang Yahudi itu menyanggah:“Tidak diwajibkan (berhaji ke baitullah) kepada kami”.
Saat itu turunlah firman Allah SWT,
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 96-97).
Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dalam kitab At-Thabaqat yang bersumber dari al-Azraq bin Qais, bahwa ketika Uskup Najran dan wakilnya menemui Nabi Muhammad SAW dan mendengar penjelasan beliau tentang agama Islam, mereka berkata: “Kami telah lebih dahulu masuk Islam sebelum Anda”.
Nabi SAW bersabda: “Kalian telah berdusta, karena ada tiga hal yang menghalangi kalian masuk Islam, yaitu: Kalian mengatakan bahwa Tuhan mempunyai anak; Kalian makan daging babi; dan Kalian bersujud kepada patung”.
Kedua orang Nasrani itu bertanya: “Kalau begitu siapakah bapaknya Isa?”. Pada saat itu Rasulullah SAW tidak mengetahui bagaimana harus menjawabnya. Maka turunlah firman Allah SWT sebagai tuntunan kepada Rasulullah untuk menjawabnya:
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, Kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah dia. (apa yang telah kami ceritakan itu), Itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, Karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.” (QS. Ali Imran: 59-60).
Setelah mendengar firman Allah SWT ini, Uskup Najran dan wakilnya ini tetap merasa ragu dan membantahnya. Maka turunlah firman Allah SWT selanjutnya,
“Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka Katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; Kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. Sesungguhnya Ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan Sesungguhnya Allah, dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran: 61-62).
Muhammad SAW mengajak utusan Nasrani Najran itu melakukan mubahalah, yakni masing-masing pihak diantara orang-orang yang berbeda pendapat berdo’a kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan la’nat kepada pihak yang berdusta, tetapi mereka tidak berani dan memilih membayar jizyah (sejenis pajak untuk jaminan perlindungan) sebagai tanda tunduk kepada pemerintahan Madinah. Ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW.
*****
Yahudi, Nasrani, dan Islam itu memiliki persamaan karena satu rumpun, sama-sama agama langit yang bersumber dari firman Allah. Hanya saja dalam perkembangannya—menurut pandangan Islam—ajaran agama yang dianut Yahudi dan Nasrani telah terkontaminasi.
Kaum Yahudi menganut aqidah tauhid sebagaimana kaum muslimin, tetapi fanatisme kelompok telah menghalangi mereka beriman kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir. Padahal mereka telah mengetahui nama dan tanda-tandanya dari kitab yang ada pada mereka.
Berkenaan dengan hal ini Ibnu Hatim meriwayatkan berita dari Sa’id atau Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas—sahabat Nabi SAW: Dahulu—sebelum Islam masuk ke Yastrib / Madinah—kaum Yahudi selalu berdo’a memohon pertolongan kepada Allah dengan menyebut-nyebut nama Muhammad sebagai Rasul terakhir yang disebutkan dalam kitab mereka agar dapat mengalahkan kaum Aus dan kaum Khazraj.
Akan tetapi setelah Allah mengutus Rasul dari kalangan bangsa Arab, mereka kufur kepadanya, dan mereka ingkari apa yang mereka katakan tentang Muhammad SAW sebelumnya. Oleh karena itu Muadz bin Jabal, Bisyr ibnul Barra dan Dawud bin Salamah mengingatkan mereka: “Wahai kaum Yahudi! Takutlah kalian kepada Allah dan masuk Islamlah kalian, karena kalian dahulu telah minta pertolongan kepada Allah memakai nama Muhammad untuk mengalahkan kami, di saat kami musyrik (belum masuk Islam). Kalian memberi kabar bahwa sesungguhnya Muhammad akan diutus, dan kamu mengemukakan sifat-sifat Muhammad dengan sifat yang ada padanya”.
Berkatalah tokoh Yahudi Bani Nadhir yang bernama Salam bin Masykam, “Dia (Muhammad) tidak memenuhi sifat-sifat yang kami kenal, dan dia bukan yang kami terangkan kepadamu”.
Saat itulah Allah SWT menurunkan firman-Nya:
“Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.”(QS. Al-Baqarah: 89).
Sedangkan penyimpangan Nasrani menurut pandangan Islam adalah mencakup tiga hal:
Penyimpangan dalam konsep ketuhanan, ditandai dengan keyakinan bahwa Isa / Yesus adalah anak Allah dan menjadikannya salah satu oknum dalam trinitas.
Penyimpangan dalam syariat, ditandai dengan menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah. Contoh: membolehkan memakan daging babi.
Penyimpangan dalam peribadatan, ditandai dengan melakukan tata cara peribadatan yang tidak diperintahkan Allah. Contoh: berdo’a, tunduk, atau sujud di hadapan patung.
Demikianlah, semoga kedamaian dan kesejahteraan selalu tercurah kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk Allah.
sumber :
Mau Yang HOT HOT
Orang Yahudi
Diriwayatkan oleh Sa’id bin Mansur yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa ketika turun ayat 85 surat Ali Imran,“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”, berkatalah orang-orang Yahudi kepada Nabi Muhammad SAW,“Sebenarnya kami ini muslimin (orang-orang Islam)”.
Mendengar ungkapan kaum Yahudi tersebut, Nabi Muhammad bersabda: “Allah telah mewajibkan kaum muslimin berhaji ke Baitullah”. Orang-orang Yahudi itu menyanggah:“Tidak diwajibkan (berhaji ke baitullah) kepada kami”.
Saat itu turunlah firman Allah SWT,
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 96-97).
Orang Nasrani
Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dalam kitab At-Thabaqat yang bersumber dari al-Azraq bin Qais, bahwa ketika Uskup Najran dan wakilnya menemui Nabi Muhammad SAW dan mendengar penjelasan beliau tentang agama Islam, mereka berkata: “Kami telah lebih dahulu masuk Islam sebelum Anda”.
Nabi SAW bersabda: “Kalian telah berdusta, karena ada tiga hal yang menghalangi kalian masuk Islam, yaitu: Kalian mengatakan bahwa Tuhan mempunyai anak; Kalian makan daging babi; dan Kalian bersujud kepada patung”.
Kedua orang Nasrani itu bertanya: “Kalau begitu siapakah bapaknya Isa?”. Pada saat itu Rasulullah SAW tidak mengetahui bagaimana harus menjawabnya. Maka turunlah firman Allah SWT sebagai tuntunan kepada Rasulullah untuk menjawabnya:
“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, Kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), Maka jadilah dia. (apa yang telah kami ceritakan itu), Itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, Karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.” (QS. Ali Imran: 59-60).
Setelah mendengar firman Allah SWT ini, Uskup Najran dan wakilnya ini tetap merasa ragu dan membantahnya. Maka turunlah firman Allah SWT selanjutnya,
“Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka Katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; Kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. Sesungguhnya Ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan Sesungguhnya Allah, dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran: 61-62).
Muhammad SAW mengajak utusan Nasrani Najran itu melakukan mubahalah, yakni masing-masing pihak diantara orang-orang yang berbeda pendapat berdo’a kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, agar Allah menjatuhkan la’nat kepada pihak yang berdusta, tetapi mereka tidak berani dan memilih membayar jizyah (sejenis pajak untuk jaminan perlindungan) sebagai tanda tunduk kepada pemerintahan Madinah. Ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW.
*****
Yahudi, Nasrani, dan Islam itu memiliki persamaan karena satu rumpun, sama-sama agama langit yang bersumber dari firman Allah. Hanya saja dalam perkembangannya—menurut pandangan Islam—ajaran agama yang dianut Yahudi dan Nasrani telah terkontaminasi.
Kaum Yahudi menganut aqidah tauhid sebagaimana kaum muslimin, tetapi fanatisme kelompok telah menghalangi mereka beriman kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir. Padahal mereka telah mengetahui nama dan tanda-tandanya dari kitab yang ada pada mereka.
Berkenaan dengan hal ini Ibnu Hatim meriwayatkan berita dari Sa’id atau Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas—sahabat Nabi SAW: Dahulu—sebelum Islam masuk ke Yastrib / Madinah—kaum Yahudi selalu berdo’a memohon pertolongan kepada Allah dengan menyebut-nyebut nama Muhammad sebagai Rasul terakhir yang disebutkan dalam kitab mereka agar dapat mengalahkan kaum Aus dan kaum Khazraj.
Akan tetapi setelah Allah mengutus Rasul dari kalangan bangsa Arab, mereka kufur kepadanya, dan mereka ingkari apa yang mereka katakan tentang Muhammad SAW sebelumnya. Oleh karena itu Muadz bin Jabal, Bisyr ibnul Barra dan Dawud bin Salamah mengingatkan mereka: “Wahai kaum Yahudi! Takutlah kalian kepada Allah dan masuk Islamlah kalian, karena kalian dahulu telah minta pertolongan kepada Allah memakai nama Muhammad untuk mengalahkan kami, di saat kami musyrik (belum masuk Islam). Kalian memberi kabar bahwa sesungguhnya Muhammad akan diutus, dan kamu mengemukakan sifat-sifat Muhammad dengan sifat yang ada padanya”.
Berkatalah tokoh Yahudi Bani Nadhir yang bernama Salam bin Masykam, “Dia (Muhammad) tidak memenuhi sifat-sifat yang kami kenal, dan dia bukan yang kami terangkan kepadamu”.
Saat itulah Allah SWT menurunkan firman-Nya:
“Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.”(QS. Al-Baqarah: 89).
Sedangkan penyimpangan Nasrani menurut pandangan Islam adalah mencakup tiga hal:
Penyimpangan dalam konsep ketuhanan, ditandai dengan keyakinan bahwa Isa / Yesus adalah anak Allah dan menjadikannya salah satu oknum dalam trinitas.
Penyimpangan dalam syariat, ditandai dengan menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah. Contoh: membolehkan memakan daging babi.
Penyimpangan dalam peribadatan, ditandai dengan melakukan tata cara peribadatan yang tidak diperintahkan Allah. Contoh: berdo’a, tunduk, atau sujud di hadapan patung.
Demikianlah, semoga kedamaian dan kesejahteraan selalu tercurah kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk Allah.
sumber :
- http://intimagazine.wordpress.com/2010/05/09/yahudi-nasrani-dan-islam-sama-tapi-beda/
- Terjemah Asbabun Nuzul hal. 102, Penerbit CV. Diponegoro cetakan ke-11 tahun 1989.
- Maqam Ibrahim ialah tempat Nabi Ibrahim berdiri membangun Ka’bah
- Lihat Asbabun Nuzul hal. 96 – 97 dan Terjemah Al-Qur’an Depag RI hal. 57, Penerbit PT. Syaamil Cipta Media tahun 2005.
- Maksudnya kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Taurat dimana diterangkan sifat-sifatnya.
- Lihat terjemah Asbabun Nuzul hal. 29, Penerbit CV. Diponegoro cetakan ke-11 tahun 1989.
Mau Yang HOT HOT
Perbedaan Hotel dan Motel
Perbedaan Hotel dan Motel
Pernahkah anda menginap di hotel? tentu pernah. Tapi pernahkah anda mendengar kata "motel". So what is the diference of hotel and motel?
Sebelum kita masuk ke dalam perdebatan motel vs. hotel, kita akan pertama mengerti, apa adalah sebuah hotel dan apa sebuah motel. Ini akan membuat perbedaan antara motel dan hotel sedikit lebih jelas.
Hotel
Sebuah hotel adalah pembentukan, yang menyediakan penginapan yang dibayar untuk sementara waktu dan waktu. Tradisional orang-orang di mana disediakan dengan tempat tidur, lemari, meja kecil dan washstand di kamar hotel, tetapi dengan perubahan zaman mereka juga datang dengan fasilitas modern seperti en-suite kamar mandi, AC, dll. Hari ini telepon sambungan, televisi, akses Internet juga disediakan untuk para tamu. Apakah sebuah hotel besar para tamu juga akan memiliki kolam renang, fasilitas restoran, dll. Oleh karena itu, biasanya Ulasan hotel yang diperiksa, sebelum salah satu membuat pemesanan ada.
Makna dan fasilitas yang ditawarkan di hotel, namun, dapat mengubah dari satu negara ke yang lain. Seperti di Britania Raya, hukum Tuhan menuntut bahwa makanan disajikan untuk tamu dalam jam yang ditetapkan, namun ada Hotel pribadi, di mana aturan mungkin tidak berlaku. Di negara-negara seperti Britania Raya, Kanada, Irlandia, Australia dan di beberapa bagian dari Amerika Serikat, sebuah hotel dapat juga mewakili sebuah pub atau bar dan tidak dapat menawarkan akomodasi. Di India, Bangladesh dan bagian-bagian tertentu dari sub-benua Asia, hotel kata ini merujuk kepada sebuah restoran.
Bergerak.
Motel kata membuat jalan ke kamus setelah Perang Dunia II. Ini adalah benar-benar sebuah hotel, yang dirancang untuk pengendara untuk mengambil berhenti di malam hari dan biasanya memiliki banyak tempat parkir untuk pengendara untuk parkir kendaraan bermotor mereka. ‘Motel’ adalah kombinasi dari kata-kata ‘pengendara’ dan ‘hotel’. Dalam hari-hari awal, sebuah motel terdiri dari satu bangunan dengan kamar yang terhubung, pintu yang dihadapi tempat parkir dan dalam beberapa kasus area umum atau serangkaian kabin kecil dengan Parkir umum. Konsep motel mulai tumbuh, ketika sistem jalan raya mulai mengembangkan dan datanglah kebutuhan untuk hotel murah, yang mudah diakses semalam akomodasi dekat dengan jalan utama.
Perbedaan antara hotel dan motel
Perbedaan pertama antara hotel dan motel adalah dalam arsitektur. Mereka berbeda dalam tata letak dan konstruksi. Hotel biasanya memiliki beberapa kamar di lantai yang berbeda dari struktur dan memiliki tangga, elevator dan koridor internal, yang menyebabkan ruang. Namun, motel di sisi lain memiliki satu atau dua lantai, di mana para tamu dapat mengakses kamar mereka langsung dari tempat parkir. Hotel ini menawarkan kemewahan yang berbeda, sementara motel lebih utilitarian.
Ada perbedaan dalam jumlah dan jenis karyawan yang digunakan oleh hotel dan motel. Hotel biasanya cenderung memiliki rombongan besar orang-orang, seperti resepsionis, concierge, housekeepers, parkir valets, dll. Motel di sisi lain mempekerjakan orang-orang yang sangat sedikit seperti resepsionis dan housekeepers. Jika the motels sangat kecil, resepsionis juga dapat melakukan tugas-tugas rumah tangga juga. Itu wajar bahwa layanan yang ditawarkan oleh Hotel lebih dari motel. Hotel mungkin menawarkan layanan seperti restoran, pilihan rekreasi, gym, kolam renang, dll. Motel secara tradisional dikenal untuk menawarkan layanan yang terbatas, namun, Anda mungkin menemukan beberapa motel, yang juga memiliki kolam renang, gratis sarapan cahaya, dll. Ada juga beberapa diperpanjang tinggal hotel atau Resort, di mana satu dapat tinggal selama lebih dari satu atau dua hari.
Perbedaan yang paling penting antara hotel dan motel adalah di harga. Biasanya, hotel mahal daripada motel, tapi jika Anda pergi ke daerah pedesaan, maka biaya hotel murah, dan sebuah motel di wilayah urban, mungkin sama. Bersamaan dengan itu, orang dapat menghabiskan lebih banyak waktu di hotel, seperti yang dirancang untuk lebih lama tinggal. Ada perbedaan antara lokasi hotel dan motel. Hotel biasanya terletak di kota, sementara motel terletak di daerah terpencil atau di pinggiran.
Untuk meringkas perbedaan antara hotel dan motel dalam satu baris, kita dapat mengatakan motel adalah hotel yang terletak di sekitar jalan raya, di mana orang dapat menghabiskan malam, ketika salah satu adalah bepergian jarak. Di sisi lain, salah satu bisa diperpanjang tinggal di hotel.
sumber : http://infobebas.web.id/2012/perbedaan-antara-hotel-dan-motel.html
Mau Yang HOT HOT
Pernahkah anda menginap di hotel? tentu pernah. Tapi pernahkah anda mendengar kata "motel". So what is the diference of hotel and motel?
Sebelum kita masuk ke dalam perdebatan motel vs. hotel, kita akan pertama mengerti, apa adalah sebuah hotel dan apa sebuah motel. Ini akan membuat perbedaan antara motel dan hotel sedikit lebih jelas.
Hotel
Sebuah hotel adalah pembentukan, yang menyediakan penginapan yang dibayar untuk sementara waktu dan waktu. Tradisional orang-orang di mana disediakan dengan tempat tidur, lemari, meja kecil dan washstand di kamar hotel, tetapi dengan perubahan zaman mereka juga datang dengan fasilitas modern seperti en-suite kamar mandi, AC, dll. Hari ini telepon sambungan, televisi, akses Internet juga disediakan untuk para tamu. Apakah sebuah hotel besar para tamu juga akan memiliki kolam renang, fasilitas restoran, dll. Oleh karena itu, biasanya Ulasan hotel yang diperiksa, sebelum salah satu membuat pemesanan ada.
Makna dan fasilitas yang ditawarkan di hotel, namun, dapat mengubah dari satu negara ke yang lain. Seperti di Britania Raya, hukum Tuhan menuntut bahwa makanan disajikan untuk tamu dalam jam yang ditetapkan, namun ada Hotel pribadi, di mana aturan mungkin tidak berlaku. Di negara-negara seperti Britania Raya, Kanada, Irlandia, Australia dan di beberapa bagian dari Amerika Serikat, sebuah hotel dapat juga mewakili sebuah pub atau bar dan tidak dapat menawarkan akomodasi. Di India, Bangladesh dan bagian-bagian tertentu dari sub-benua Asia, hotel kata ini merujuk kepada sebuah restoran.
Bergerak.
Motel kata membuat jalan ke kamus setelah Perang Dunia II. Ini adalah benar-benar sebuah hotel, yang dirancang untuk pengendara untuk mengambil berhenti di malam hari dan biasanya memiliki banyak tempat parkir untuk pengendara untuk parkir kendaraan bermotor mereka. ‘Motel’ adalah kombinasi dari kata-kata ‘pengendara’ dan ‘hotel’. Dalam hari-hari awal, sebuah motel terdiri dari satu bangunan dengan kamar yang terhubung, pintu yang dihadapi tempat parkir dan dalam beberapa kasus area umum atau serangkaian kabin kecil dengan Parkir umum. Konsep motel mulai tumbuh, ketika sistem jalan raya mulai mengembangkan dan datanglah kebutuhan untuk hotel murah, yang mudah diakses semalam akomodasi dekat dengan jalan utama.
Perbedaan antara hotel dan motel
Perbedaan pertama antara hotel dan motel adalah dalam arsitektur. Mereka berbeda dalam tata letak dan konstruksi. Hotel biasanya memiliki beberapa kamar di lantai yang berbeda dari struktur dan memiliki tangga, elevator dan koridor internal, yang menyebabkan ruang. Namun, motel di sisi lain memiliki satu atau dua lantai, di mana para tamu dapat mengakses kamar mereka langsung dari tempat parkir. Hotel ini menawarkan kemewahan yang berbeda, sementara motel lebih utilitarian.
Ada perbedaan dalam jumlah dan jenis karyawan yang digunakan oleh hotel dan motel. Hotel biasanya cenderung memiliki rombongan besar orang-orang, seperti resepsionis, concierge, housekeepers, parkir valets, dll. Motel di sisi lain mempekerjakan orang-orang yang sangat sedikit seperti resepsionis dan housekeepers. Jika the motels sangat kecil, resepsionis juga dapat melakukan tugas-tugas rumah tangga juga. Itu wajar bahwa layanan yang ditawarkan oleh Hotel lebih dari motel. Hotel mungkin menawarkan layanan seperti restoran, pilihan rekreasi, gym, kolam renang, dll. Motel secara tradisional dikenal untuk menawarkan layanan yang terbatas, namun, Anda mungkin menemukan beberapa motel, yang juga memiliki kolam renang, gratis sarapan cahaya, dll. Ada juga beberapa diperpanjang tinggal hotel atau Resort, di mana satu dapat tinggal selama lebih dari satu atau dua hari.
Perbedaan yang paling penting antara hotel dan motel adalah di harga. Biasanya, hotel mahal daripada motel, tapi jika Anda pergi ke daerah pedesaan, maka biaya hotel murah, dan sebuah motel di wilayah urban, mungkin sama. Bersamaan dengan itu, orang dapat menghabiskan lebih banyak waktu di hotel, seperti yang dirancang untuk lebih lama tinggal. Ada perbedaan antara lokasi hotel dan motel. Hotel biasanya terletak di kota, sementara motel terletak di daerah terpencil atau di pinggiran.
Untuk meringkas perbedaan antara hotel dan motel dalam satu baris, kita dapat mengatakan motel adalah hotel yang terletak di sekitar jalan raya, di mana orang dapat menghabiskan malam, ketika salah satu adalah bepergian jarak. Di sisi lain, salah satu bisa diperpanjang tinggal di hotel.
sumber : http://infobebas.web.id/2012/perbedaan-antara-hotel-dan-motel.html
Mau Yang HOT HOT
Perbedaan Antara
Perbedaan Antara
Satu kesempatan lagi bisa posting dengan tema baru yaitu "perbedaan antara"
selamat membaca !!
Mau Yang HOT HOT
Satu kesempatan lagi bisa posting dengan tema baru yaitu "perbedaan antara"
selamat membaca !!
- Perbedaan Ascending dan Descending
- Perbedaan Cuaca dan Iklim
- Perbedaan Difusi dan Osmosis
- Perbedaan Dosa dan Maksiat
- Perbedaan Faring dan Laring
- Perbedaan Hotel dan Motel
- Perbedaan Jin, syetan, dan Iblis
- Perbedaan Kata dalam bahasa inggris
- Perbedaan Kekkei Genkai dan Kekkei Totta
- Perbedaan Visi, Misi, Tujuan
- Perbedaan Yahudi dan Nasrani
Mau Yang HOT HOT
Perbedaan Cuaca dan Iklim
Perbedaan Cuaca dan Iklim
Kalian tentu masih ingat pelajaran geografi SMA kan? hehe admin jadi ingat bu ani guru yang ngajar geografi dulu. Lantas,apa sih bedanya cuaca dan iklim?
Cuaca adalah keadaan atmosfer dalam waktu singkat dan meliputi wilayah yang sempit. Contohnya adalah kalau pagi hujan kemudian siang terang, itulah perubahan cuaca , atau malam hari dingin dan siang hari panas.
Iklim adalah keadaan rata-rata atmosfer dalam waktu relatif lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas.
Kalau dilihat dalam tabel, kira-kira seperti ini membedakan cuaca dengan iklim
Iklim diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Klasifikasi iklim yang sering dan umum digunakan adalah iklim matahari. Iklim matahari menggolongkan wilayah di bumi berdasarkan gerak semu matahari dan garis lintang. Istilah yang sering dipakai untuk iklim matahari adalah iklim tropis, iklim subtropis, iklim sedang dan iklim kutub. Indonesia karena terletak di wilayah equator maka termasuk ke dalam iklim tropis dimana sinar matahari melimpah sepanjang tahun.
Mau Yang HOT HOT
Kalian tentu masih ingat pelajaran geografi SMA kan? hehe admin jadi ingat bu ani guru yang ngajar geografi dulu. Lantas,apa sih bedanya cuaca dan iklim?
Cuaca adalah keadaan atmosfer dalam waktu singkat dan meliputi wilayah yang sempit. Contohnya adalah kalau pagi hujan kemudian siang terang, itulah perubahan cuaca , atau malam hari dingin dan siang hari panas.
Iklim adalah keadaan rata-rata atmosfer dalam waktu relatif lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas.
Kalau dilihat dalam tabel, kira-kira seperti ini membedakan cuaca dengan iklim
Inilah sekilas perbedaannya antara cuaca iklim
sumber : http://geograph88.blogspot.com/2013/04/perbedaan-cuaca-dan-iklim.html
Mau Yang HOT HOT
Perbedaan Kekkei Genkai dan Kekkei Tota
Perbedaan Kekkei Genkai dan Kekkei Totta
Kekkei Genkai (血継限界; Secara harfiah berarti "teknik terbatas yang diwarisan oleh darah" atau "Bloodline limit") adalah sebuah kemampuan yang tidak dapat di tiru ataupun di pelajari oleh orang lain kecuail melalui tranplantasi organ tubuh seperti mata ataupun sel/DNA kepada orang lain. . .
¤ Kekkei Genkai itu ada 2 faktor yang mempengaruhi. .
1.) "Faktor keturunan (genetis)" :
faktor genetis ini memungkinkan seseorang menguasai kekkei genkai tanpa harus menciptakan. Melainkan hanya perlu pengembangan atau pembangkitan kemampuan dari kekkei genkai tersebut.
* Contoh : sharingan klan uchiha, Shikotsumyaku (manipulasi struktur tulang) klan kaguya dll. . . .
2.) "Faktor Perorangan" :
Faktor ini memungkinkan seseorang dapat menciptakan sebuah kekkei genkai dengan kemampuan yang dimiliki tanpa ada unsur genetis. Biasanya Kekkei genkai ini di ciptakan dengan merubah sifat cakra pengguna
* contoh : Bakuto (Elemen peledak), Jiton (Elemen Magnet)
Dan menggabungkan 2 elemen dasar cakra alam
* contoh : mokuton (Elemen Kayu), yoton (Elemen lava) dll).
Meskipun dalam faktor ini ada lebih dari 1 yang mampu menguasai, namun berbeda jenis, sturuktur, maupun penggunaannya pada masing masing pengguna. Dan kekkei genkei faktor ini tdak dapat diturunkan kpada orang lain. .
Selain Faktor, kekkei genkai juga ada jenisnya . . . .
¤ Kekkei genkai itu terbagi menjadi 3 macam jenisnya yaitu. .
1.) Kekkei Genkai yang merupakan kekuatan terbatas pada klan tertentu. Didapat karena faktor keturunan (genetis).
* Contoh: Sharingan, Byakugan, jurus manipulasi struktur tulang klan kaguya dll...
2.) Kekkei Genkai yang diperoleh karena mampu menggabungkan 2
elemen dasar chakra alam.
*Contoh: Mokuton (kayu = air + tanah), Futton (uap = air + api) dll...
3.) Dan kekkei genkai yang di peroleh dengan mengubah sifat dasar cakra.
* Contohnya : Bakuton (elemen peledak) mengubah sifat cakra menjadi cakra bersifat peledak/ledakan dan Jiton (elemen magnet) dgn mengubah sifat cakra menjadi cakra bersifat magnetis.
Kekkei genkai yang ada di naruto :
* Blaze Release (炎遁, Enton; Viz "Inferno Style")
* Elemen uap (沸 遁, Futton; Viz "Gaxa Uap")
* Byakugan (白眼; Secara harfiah berarti "Mata Putih", Arti (Viz) "Semua Mata Putih")
* Elemen Kristal (晶 遁, Shōton; Inggris TV "Gaya Kristal")
* Elemen Kegelapan (冥 遁, Meiton)
* Elemen peledak (爆遁, Bakuton).
* Elemen Es (冰 遁, Hyōton; Viz "Seni Rahasia Haku dari Air", bahasa Inggris TV "Es Gaya")
* Kekkei Genkai Klan Kurama
* Elemen Lava (熔 遁; 溶 遁, Yōton; Viz "Gaya Korosi" atau "Gaya Lava")
* Elemen magnet (磁 遁, Jiton)
* Mangekyo Sharingan
* Kekkei Genkai Ranmaru
* Rinnegan
* Kekkei Genkai Sakon dan Ukon
* Elemen penghangus (灼 遁, Shakuton)
* Sharingan (写 轮 眼; Secara harfiah berarti "Copy Wheel Eye", Arti (Viz) "Cermin Wheel Eye")
* Shikotsumyaku (尸骨 脉; Secara harfiah berarti "Tarian tulang kematian", Arti (Viz) "Rantai Tulang")
*Elemen Baja (钢 遁, Kōton)
*Elemen Pergerakan Cepat (迅 遁, Jinton)
*Elemen Kayu(木 遁, Mokuton; Inggris TV "Gaya Kayu")
¤ Perbedaan Kekkei genkai dan Hijutsu adalah :
* Kekkei Genkai: Jurus yang diwariskan melalui kelahiran, artinya tidak perlu diajarkan dan cukup dibangkitkan saja saat waktunya sudah tepat.
Contohnya Doujutsu pada klan Uchiha dan Hyuuga, struktur tubuh tulang pada klan Kaguya, berbagai elemen gabungan, dan lain-lain.
* Hijutsu adalah jurus atau kemampuan rahasia yang diturunkan turun-temurun, artinya diajarkan dulu dari generasi ke generasi. Tidak perlu dari ayah ke anak atau dari anggota klan, bisa
juga dari desa tertentu atau kelompok tertentu.
Contohnya adalah jurus bayangan milik klan Nara, jurus perbesaran tubuh
dan Taijutsu-nya milik klan Akimichi, jurus pengendali pikiran milik klan Yamanaka, dll.
Kekkei Tota (血継淘汰; Secara harfiah berarti "pilihan warisan darah" atau "Seleksi Bloodline") adalah variasi lanjutan dari kekkei genkai (elemen gabungan).Jika kekkei genkai menggabungkan 2 unsur elemen saja, maka kekkei tota menggabungkan 3 unsur elemen seperti Jinton (elemen debu) yang menggabungkan elemen tanah, angin dan beberapa sifat-sifat api.. .
kemampuan ini juga diciptakan dengan kemampuan asli pengguna tanpa ada unsur genetika. .
Tidak seperti kekkei genkai, kekkei totta dapat di pelajari dan diturunkan kepada orang lain. .
Mau Yang HOT HOT
Kekkei Genkai (血継限界; Secara harfiah berarti "teknik terbatas yang diwarisan oleh darah" atau "Bloodline limit") adalah sebuah kemampuan yang tidak dapat di tiru ataupun di pelajari oleh orang lain kecuail melalui tranplantasi organ tubuh seperti mata ataupun sel/DNA kepada orang lain. . .
¤ Kekkei Genkai itu ada 2 faktor yang mempengaruhi. .
1.) "Faktor keturunan (genetis)" :
faktor genetis ini memungkinkan seseorang menguasai kekkei genkai tanpa harus menciptakan. Melainkan hanya perlu pengembangan atau pembangkitan kemampuan dari kekkei genkai tersebut.
* Contoh : sharingan klan uchiha, Shikotsumyaku (manipulasi struktur tulang) klan kaguya dll. . . .
2.) "Faktor Perorangan" :
Faktor ini memungkinkan seseorang dapat menciptakan sebuah kekkei genkai dengan kemampuan yang dimiliki tanpa ada unsur genetis. Biasanya Kekkei genkai ini di ciptakan dengan merubah sifat cakra pengguna
* contoh : Bakuto (Elemen peledak), Jiton (Elemen Magnet)
Dan menggabungkan 2 elemen dasar cakra alam
* contoh : mokuton (Elemen Kayu), yoton (Elemen lava) dll).
Meskipun dalam faktor ini ada lebih dari 1 yang mampu menguasai, namun berbeda jenis, sturuktur, maupun penggunaannya pada masing masing pengguna. Dan kekkei genkei faktor ini tdak dapat diturunkan kpada orang lain. .
Selain Faktor, kekkei genkai juga ada jenisnya . . . .
¤ Kekkei genkai itu terbagi menjadi 3 macam jenisnya yaitu. .
1.) Kekkei Genkai yang merupakan kekuatan terbatas pada klan tertentu. Didapat karena faktor keturunan (genetis).
* Contoh: Sharingan, Byakugan, jurus manipulasi struktur tulang klan kaguya dll...
2.) Kekkei Genkai yang diperoleh karena mampu menggabungkan 2
elemen dasar chakra alam.
*Contoh: Mokuton (kayu = air + tanah), Futton (uap = air + api) dll...
3.) Dan kekkei genkai yang di peroleh dengan mengubah sifat dasar cakra.
* Contohnya : Bakuton (elemen peledak) mengubah sifat cakra menjadi cakra bersifat peledak/ledakan dan Jiton (elemen magnet) dgn mengubah sifat cakra menjadi cakra bersifat magnetis.
Kekkei genkai yang ada di naruto :
* Blaze Release (炎遁, Enton; Viz "Inferno Style")
* Elemen uap (沸 遁, Futton; Viz "Gaxa Uap")
* Byakugan (白眼; Secara harfiah berarti "Mata Putih", Arti (Viz) "Semua Mata Putih")
* Elemen Kristal (晶 遁, Shōton; Inggris TV "Gaya Kristal")
* Elemen Kegelapan (冥 遁, Meiton)
* Elemen peledak (爆遁, Bakuton).
* Elemen Es (冰 遁, Hyōton; Viz "Seni Rahasia Haku dari Air", bahasa Inggris TV "Es Gaya")
* Kekkei Genkai Klan Kurama
* Elemen Lava (熔 遁; 溶 遁, Yōton; Viz "Gaya Korosi" atau "Gaya Lava")
* Elemen magnet (磁 遁, Jiton)
* Mangekyo Sharingan
* Kekkei Genkai Ranmaru
* Rinnegan
* Kekkei Genkai Sakon dan Ukon
* Elemen penghangus (灼 遁, Shakuton)
* Sharingan (写 轮 眼; Secara harfiah berarti "Copy Wheel Eye", Arti (Viz) "Cermin Wheel Eye")
* Shikotsumyaku (尸骨 脉; Secara harfiah berarti "Tarian tulang kematian", Arti (Viz) "Rantai Tulang")
*Elemen Baja (钢 遁, Kōton)
*Elemen Pergerakan Cepat (迅 遁, Jinton)
*Elemen Kayu(木 遁, Mokuton; Inggris TV "Gaya Kayu")
¤ Perbedaan Kekkei genkai dan Hijutsu adalah :
* Kekkei Genkai: Jurus yang diwariskan melalui kelahiran, artinya tidak perlu diajarkan dan cukup dibangkitkan saja saat waktunya sudah tepat.
Contohnya Doujutsu pada klan Uchiha dan Hyuuga, struktur tubuh tulang pada klan Kaguya, berbagai elemen gabungan, dan lain-lain.
* Hijutsu adalah jurus atau kemampuan rahasia yang diturunkan turun-temurun, artinya diajarkan dulu dari generasi ke generasi. Tidak perlu dari ayah ke anak atau dari anggota klan, bisa
juga dari desa tertentu atau kelompok tertentu.
Contohnya adalah jurus bayangan milik klan Nara, jurus perbesaran tubuh
dan Taijutsu-nya milik klan Akimichi, jurus pengendali pikiran milik klan Yamanaka, dll.
Kekkei Tota (血継淘汰; Secara harfiah berarti "pilihan warisan darah" atau "Seleksi Bloodline") adalah variasi lanjutan dari kekkei genkai (elemen gabungan).Jika kekkei genkai menggabungkan 2 unsur elemen saja, maka kekkei tota menggabungkan 3 unsur elemen seperti Jinton (elemen debu) yang menggabungkan elemen tanah, angin dan beberapa sifat-sifat api.. .
kemampuan ini juga diciptakan dengan kemampuan asli pengguna tanpa ada unsur genetika. .
Tidak seperti kekkei genkai, kekkei totta dapat di pelajari dan diturunkan kepada orang lain. .
Jadi perbedaan utamanya adalah jumlah elemen gabungannya. Jika Kekkei Genkai adalah gabungan dari 2 elemen, maka kekkei tota lebih dari itu
Mau Yang HOT HOT
Perbedaan Ascending dan Descending
Perbedaan Ascending dan Descending
Intinya begini sobat ^^
1. Ascending adalah pengurutan dari yang terkecil ke yang terbesar. Kalo di microsoft word, sort ascending berarti mengurutkan sesuai abjad (a,b,c,d,..) kalo di microsoft excel ya contohnya 1,2,3,4,5,6,7,8,9,....
2. Descending adalah pengurutan dari yang terbesar ke yang terkecil. kebalikannya ascending sob. Kalo di ms word , sort descending berarti mengurutkan kebalikannya urutan abjad (n,m,l,k,..) Kalo di ms excel ya contohnya 10,9,8,7,...
Mau Yang HOT HOT
Intinya begini sobat ^^
1. Ascending adalah pengurutan dari yang terkecil ke yang terbesar. Kalo di microsoft word, sort ascending berarti mengurutkan sesuai abjad (a,b,c,d,..) kalo di microsoft excel ya contohnya 1,2,3,4,5,6,7,8,9,....
2. Descending adalah pengurutan dari yang terbesar ke yang terkecil. kebalikannya ascending sob. Kalo di ms word , sort descending berarti mengurutkan kebalikannya urutan abjad (n,m,l,k,..) Kalo di ms excel ya contohnya 10,9,8,7,...
Mau Yang HOT HOT
Perbedaan Faring dan Laring
Perbedaan Faring dan Laring
Sebenarnya perbedaan keduanya tidak mutlak menurut saya. Hanya saja keduanya berada di bagian yang sedikit berbeda. Jadi,
Setelah saluran mulut, ada faring (pharynx).
Faring : daerah pertemuan antara saluran pencernaan (kerongkongan) dan saluran pernafasan (tenggorokan). Di bawah faring ada laring (Larynx).
Laring : Laring merupakan pangkal tenggorokan. Di sini ada pita suara (vocal chord) dan epiglotis. Laring berada sebelum tenggorokan/trakea
Makanan dari mulut akan masuk kerongkongan. Letak kerongkongan bersebelahan dengan tenggorokan. Saat makanan masuk, epiglotis akan menutup saluran nafas, supaya makanan tidak ikut masuk ke tenggorokan (saluran nafas). Jika kita berbicara, artinya udara masuk menggetarkan pita suara. Kalau kita makan sambil banyak bicara kita bisa tersedak. Itu terjadi karena epiglotis tidak menutup tenggorokan, dan makanan nyaris masuk ke saluran nafas. Tubuh megadakan penolakan dengan cara mengeluarkan makanan yang nyaris masuk ke tenggorokan & mengarahkan makanan ke kerongkongan sehingga kita terbatuk-batuk saat tersedak.
Mau Yang HOT HOT
Sebenarnya perbedaan keduanya tidak mutlak menurut saya. Hanya saja keduanya berada di bagian yang sedikit berbeda. Jadi,
Setelah saluran mulut, ada faring (pharynx).
Faring : daerah pertemuan antara saluran pencernaan (kerongkongan) dan saluran pernafasan (tenggorokan). Di bawah faring ada laring (Larynx).
Laring : Laring merupakan pangkal tenggorokan. Di sini ada pita suara (vocal chord) dan epiglotis. Laring berada sebelum tenggorokan/trakea
Makanan dari mulut akan masuk kerongkongan. Letak kerongkongan bersebelahan dengan tenggorokan. Saat makanan masuk, epiglotis akan menutup saluran nafas, supaya makanan tidak ikut masuk ke tenggorokan (saluran nafas). Jika kita berbicara, artinya udara masuk menggetarkan pita suara. Kalau kita makan sambil banyak bicara kita bisa tersedak. Itu terjadi karena epiglotis tidak menutup tenggorokan, dan makanan nyaris masuk ke saluran nafas. Tubuh megadakan penolakan dengan cara mengeluarkan makanan yang nyaris masuk ke tenggorokan & mengarahkan makanan ke kerongkongan sehingga kita terbatuk-batuk saat tersedak.
Mau Yang HOT HOT
Perbedaan Difusi dan Osmosis
Perbedaan Difusi dan Osmosis
Jadi intinya itu begini ^^.. difusi itu perpindahan zat seperti oksigen, garama dan lain. Sedangkan osmosis khusus untuk perpindahan air.
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.Difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida.
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri. Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel.
Mau Yang HOT HOT
Jadi intinya itu begini ^^.. difusi itu perpindahan zat seperti oksigen, garama dan lain. Sedangkan osmosis khusus untuk perpindahan air.
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.Difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida.
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri. Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel.
Mau Yang HOT HOT
Perbedaan jin, syetan, iblis
Perbedaan jin, syetan, iblis
Seringkali kita bertanya tanya, apa perbedaan jin, syetan, dan iblis. Apakah ketiganya saling berinteraksi dan saling melihat. Apakah syetan dan iblis bisa menggoda jin? pertanyaan pertanyaan seperti itu kerap kali muncul dibenak kita. Mari kita simak!
(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf)
Tema Jin, Setan, dan Iblis masih menyisakan kontroversi hingga kini. Namun yang jelas, eksistensi mereka diakui dalam syariat. Sehingga, jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan mereka, teramat pantas jika diragukan keimanannya.
Sesungguhnya Allah I telah mengutus nabi kita Muhammad n dengan risalah yang umum dan menyeluruh. Tidak hanya untuk kalangan Arab saja namun juga untuk selain Arab. Tidak khusus bagi kaumnya saja, namun bagi umat seluruhnya. Bahkan Allah I mengutusnya kepada segenap Ats-Tsaqalain: jin dan manusia.
Allah I berfirman:
“Katakanlah: `Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.” (Al-A’raf: 158)
Rasulullah n bersabda:
“Adalah para nabi itu diutus kepada kaumnya sedang aku diutus kepada seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah z)
Allah I juga berfirman:
“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan sekumpulan jin kepadamu yang mendengar-kan Al-Qur`an. Maka ketika mereka menghadiri pembacaannya lalu mereka berkata: ` Diamlah kamu (untuk mendengar-kannya)’. Ketika pembacaan telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: `Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur`an) yang telah diturunkan setelah Musa, yang membenar-kan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Wahai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepas-kan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan lepas dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada bagi-nya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata’.” (Al-Ahqaf: 29-32)
Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Tak ada satupun dari golongan kaum muslimin yang mengingkari keberadaan jin. Demikian pula mayoritas kaum kuffar meyakini keberadaannya. Ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani pun mengakui eksistensinya sebagaimana pengakuan kaum muslimin, meski ada sebagian kecil dari mereka yang mengingkari-nya. Sebagaimana ada pula di antara kaum muslimin yang menging-karinya yakni dari kalangan orang bodoh dan sebagian Mu’tazilah.
Jelasnya, keberadaan jin merupakan hal yang tak dapat disangkal lagi mengingat pemberitaan dari para nabi sudah sangat mutawatir dan diketahui orang banyak. Secara pasti, kaum jin adalah makhluk hidup, berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan mereka dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya. (Idhahu Ad-Dilalah fi ’Umumi Ar-Risalah hal. 1, lihat Majmu’ul Fatawa, 19/9)
Anehnya orang-orang filsafat masih mengingkari keberadaan jin. Dan dalam hal inipun Muhammad Rasyid Ridha telah keliru. Dia mengatakan: “Sesungguhnya jin itu hanyalah ungkapan/ gambaran tentang bakteri-bakteri. Karena ia tidak dapat dilihat kecuali dengan perantara mikroskop.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah minal Jin oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi t)
Jin lebih dahulu diciptakan daripada manusia sebagaimana dikabarkan Allah I dalam firman-Nya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 26-27)
Karena jin lebih dulu ada, maka Allah I mendahulukan penyebutannya daripada manusia ketika menjelaskan bahwa mereka diperintah untuk beribadah seperti halnya manusia. Allah I berfirman:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyem-bah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Jin, Setan, dan Iblis
Kalimat jin, setan, ataupun juga Iblis seringkali disebutkan dalam Al-Qur`an, bahkan mayoritas kita pun sudah tidak asing lagi mendengarnya. Sehingga eksistensinya sebagai makhluk Allah I tidak lagi diragukan, berdasarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijma’ ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tinggal persoalannya, apakah jin, setan, dan Iblis itu tiga makhluk yang berbeda dengan penciptaan yang berbeda, ataukah mereka itu bermula dari satu asal atau termasuk golongan para malaikat?
Yang pasti, Allah I telah menerangkan asal-muasal penciptaan jin dengan firman-Nya:
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27)
Juga firman-Nya:
“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Ar-Rahman: 15)
Rasulullah n bersabda:
“Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim no. 2996 dari ’Aisyah x)
Adapun Iblis, maka Allah I berfirman tentangnya:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (Al-Kahfi: 50)
Ibnu Katsir t berkata: “Iblis mengkhianati asal penciptaannya, karena dia sesungguhnya diciptakan dari nyala api, sedangkan asal penciptaan malaikat adalah dari cahaya. Maka Allah I mengingatkan di sini bahwa Iblis berasal dari kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api. Al-Hasan Al-Bashri berkata: ‘Iblis tidak termasuk malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.” (Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di t mengatakan: “Iblis adalah abul jin (bapak para jin).” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 406 dan 793)
Sedangkan setan, mereka adalah kalangan jin yang durhaka. Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi t pernah ditanya tentang perbedaan jin dan setan, beliau menjawab: “Jin itu meliputi setan, namun ada juga yang shalih. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesat-kannya. Adapun yang shalih, mereka berpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid dan melakukan shalat sebatas yang mereka ketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Siapakah Iblis?1
Terjadi perbedaan pendapat dalam hal asal-usul iblis, apakah berasal dari malaikat atau dari jin.
Pendapat pertama menyatakan bahwa iblis berasal dari jenis jin. Ini adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashri t. Beliau menyatakan: “Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia.” (Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat Al-Kahfi ayat 50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya.)
Pendapat ini pula yang tampaknya dikuatkan oleh Ibnu Katsir, Al-Jashshash dalam kitabnya Ahkamul Qur‘an (3/215), dan Asy-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa`ul Bayan (4/120). Penjelasan tentang dalil pendapat ini beliau sebutkan dalam kitab tersebut. Secara ringkas, dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Kema’shuman malaikat dari perbuatan kufur yang dilakukan iblis, sebagaimana firman Allah:
“…yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)
“Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Al-Anbiya`: 27)
2. Dzahir surat Al-Kahfi ayat 50
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, lalu ia mendurhakai perintah Rabbnya.”
Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa iblis dari jin, dan jin bukanlah malaikat. Ulama yang memegang pendapat ini menyatakan: “Ini adalah nash Al-Qur`an yang tegas dalam masalah yang diperselisihkan ini.” Beliau juga menyatakan: “Dan hujjah yang paling kuat dalam masalah ini adalah hujjah mereka yang berpendapat bahwa iblis bukan dari malaikat.”
Adapun pendapat kedua yang menyatakan bahwa iblis dari malaikat, menurut Al-Qurthubi, adalah pendapat jumhur ulama termasuk Ibnu ‘Abbas. Alasannya adalah firman Allah:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)
Juga ada alasan-alasan lain berupa beberapa riwayat Israiliyat.
Pendapat yang kuat adalah pendapat yang pertama, insya Allah, karena kuatnya dalil mereka dari ayat-ayat yang jelas.
Adapun alasan pendapat kedua (yakni surat Al-Baqarah ayat 34), sebenarnya ayat tersebut tidak menunjukkan bahwa iblis dari malaikat. Karena susunan kalimat tersebut adalah susunan istitsna` munqathi’ (yaitu yang dikecualikan tidaklah termasuk jenis yang disebutkan).
Adapun cerita-cerita asal-usul iblis, itu adalah cerita Israiliyat. Ibnu Katsir menyatakan: “Dan dalam masalah ini (asal-usul iblis), banyak yang diriwayatkan dari ulama salaf. Namun mayoritasnya adalah Israiliyat (cerita-cerita dari Bani Israil) yang (sesungguhnya) dinukilkan untuk dikaji –wallahu a’lam–, Allah lebih tahu tentang keadaan mayoritas cerita itu. Dan di antaranya ada yang dipastikan dusta, karena menyelisihi kebenaran yang ada di tangan kita. Dan apa yang ada di dalam Al-Qur`an sudah memadai dari yang selainnya dari berita-berita itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/94)
Asy-Syinqithi menyatakan: “Apa yang disebutkan para ahli tafsir dari sekelompok ulama salaf, seperti Ibnu ‘Abbas dan selainnya, bahwa dahulu iblis termasuk pembesar malaikat, penjaga surga, mengurusi urusan dunia, dan namanya adalah ‘Azazil, ini semua adalah cerita Israiliyat yang tidak bisa dijadikan landasan.” (Adhwa`ul Bayan, 4/120-121)
Siapakah Setan?2
Setan atau Syaithan () dalam bahasa Arab diambil dari kata () yang berarti jauh. Ada pula yang mengatakan bahwa itu dari kata () yang berarti terbakar atau batal. Pendapat yang pertama lebih kuat menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah I (Al-Misbahul Munir, hal. 313).
Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu.
Demikianlah Allah I berfirman:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)
Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071).
Yang mendukung pendapat ini adalah surat Al-An’am ayat 112:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar z, ia berkata: Aku datang kepada Nabi n dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?” Beliau menjawab: “Ya.”
Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/172)
Yang mendukung pendapat ini juga hadits Nabi n dalam riwayat Muslim:
“Anjing hitam adalah setan.”
Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu setan dari jenis anjing.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)
Ini adalah pendapat Qatadah, Mujahid dan yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, Asy-Syaukani dan Asy-Syinqithi.
Dalam masalah ini ada tafsir lain terhadap ayat itu, tapi itu adalah pendapat yang lemah. (ed)
Ketika membicarakan tentang setan dan tekadnya dalam menyesatkan manusia, Allah I berfirman:
“Iblis menjawab: ‘Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan’, Allah berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukumiku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf: 14-17)
Setan adalah turunan Iblis, sebagaimana firman Allah I:
“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Turunan-turunan Iblis yang dimaksud dalam ayat ini adalah setan-setan. (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 453)
Penggambaran Tentang Jin
Al-jinnu berasal dari kata janna syai`un yajunnuhu yang bermakna satarahu (menutupi sesuatu). Maka segala sesuatu yang tertutup berarti tersembunyi. Jadi, jin itu disebut dengan jin karena keadaannya yang tersembunyi.
Jin memiliki roh dan jasad. Dalam hal ini, Syaikhuna Muqbil bin Hadi t mengatakan: “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun. Nabi n memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup’. Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah I atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca bismillah, maka setan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan meng-inap’. Jika seseorang makan dan meng-ucapkan bismillah, maka setan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan ber-santap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Dapat berupa ular dan kala-jengking, juga dalam wujud unta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai dan juga burung. Serta bisa berujud Bani Adam seperti waktu setan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. Karena warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan setan dan mempunyai kekuatan panas. (Idhahu Ad-Dilalah, hal. 19 dan 23)
Kaum jin memiliki tempat tinggal yang berbeda-beda. Jin yang shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik. Sedangkan jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Tulang dan kotoran hewan adalah makanan jin. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah n berkata kepada Abu Hurairah z:
“Carikan beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci dan janganlah engkau carikan tulang dan kotoran hewan.” Abu Hurairahzberkata: “Aku pun membawakan untuknya beberapa buah batu dan kusimpan di sampingnya. Lalu aku menjauh hingga beliau menyelesaikan hajatnya.”
Aku bertanya: “Ada apa dengan tulang dan kotoran hewan?”
Beliau menjawab: “Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin, dan mereka adalah sebaik-baik jin). Mereka meminta bekal kepadaku. Maka aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkan makanan.” (HR. Al-Bukhari no. 3860 dari Abu Hurairah z, dalam riwayat Muslim disebutkan : “Semua tulang yang disebutkan nama Allah padanya”, ed)
Gambaran Tentang Iblis dan Setan
Iblis adalah wazan dari fi’il, diambil dari asal kata al-iblaas yang bermakna at-tai`as (putus asa) dari rahmat Allah I.
Mereka adalah musuh nomer wahid bagi manusia, musuh bagi Adam dan keturunannya. Dengan kesombongan dan analoginya yang rusak serta kedustaannya, mereka berani menentang perintah Allah I saat mereka enggan untuk sujud kepada Adam.
Allah I berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34) Malah dengan analoginya yang menyesatkan, Iblis menjawab:
“Aku lebih baik darinya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al-A’raf: 12)
Analogi atau qiyas Iblis ini adalah qiyas yang paling rusak. Qiyas ini adalah qiyas batil karena bertentangan dengan perintah Allah I yang menyuruhnya untuk sujud. Sedangkan qiyas jika berlawanan dengan nash, maka ia menjadi batil karena maksud dari qiyas itu adalah menetapkan hukum yang tidak ada padanya nash, mendekatkan sejumlah perkara kepada yang ada nashnya, sehingga keberadaannya menjadi pengikut bagi nash.
Bila qiyas itu berlawanan dengan nash dan tetap digunakan/ diakui, maka konse-kuensinya akan menggugurkan nash. Dan inilah qiyas yang paling jelek!
Sumpah mereka untuk menggoda Bani Adam terus berlangsung sampai hari kiamat setelah mereka berhasil menggoda Abul Basyar (bapak manusia) Adam dan vonis sesat dari Allah I untuk mereka. Allah I mengingatkan kita dengan firman-Nya:
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Ia menanggalkan pakaian kedua-nya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raf: 27) Karena setan sebagai musuh kita, maka kita diperintahkan untuk menjadi musuh setan. Allah I berfirman:
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)
Allah I berfirman:
“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedangkan mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Jadi kesimpulannya , insyaAllah pastilah bahwa iblis adalah bapak dari para syetan sebagaimana adam merupakan bapak dari para manusia. Dan jin itu merupakan makhluk gaib yang seperti manusia, bisa beriman dan beramal salih dan bisa juga berbuat jahat. Sedangkan syetan adalah golongan yang membangkang dan mendustai kebenaran dari golongan jin dan manusia (lihat surat An-Naas ayat 5-6). Semoga kita semua terlindung dari godaan-godaannya. Wallahu a'lam. Wal ’ilmu ’indallah.
sumber : http://unik-java.blogspot.com
Mau Yang HOT HOT
Seringkali kita bertanya tanya, apa perbedaan jin, syetan, dan iblis. Apakah ketiganya saling berinteraksi dan saling melihat. Apakah syetan dan iblis bisa menggoda jin? pertanyaan pertanyaan seperti itu kerap kali muncul dibenak kita. Mari kita simak!
(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf)
Tema Jin, Setan, dan Iblis masih menyisakan kontroversi hingga kini. Namun yang jelas, eksistensi mereka diakui dalam syariat. Sehingga, jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan mereka, teramat pantas jika diragukan keimanannya.
Sesungguhnya Allah I telah mengutus nabi kita Muhammad n dengan risalah yang umum dan menyeluruh. Tidak hanya untuk kalangan Arab saja namun juga untuk selain Arab. Tidak khusus bagi kaumnya saja, namun bagi umat seluruhnya. Bahkan Allah I mengutusnya kepada segenap Ats-Tsaqalain: jin dan manusia.
Allah I berfirman:
“Katakanlah: `Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.” (Al-A’raf: 158)
Rasulullah n bersabda:
“Adalah para nabi itu diutus kepada kaumnya sedang aku diutus kepada seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah z)
Allah I juga berfirman:
“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan sekumpulan jin kepadamu yang mendengar-kan Al-Qur`an. Maka ketika mereka menghadiri pembacaannya lalu mereka berkata: ` Diamlah kamu (untuk mendengar-kannya)’. Ketika pembacaan telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: `Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur`an) yang telah diturunkan setelah Musa, yang membenar-kan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Wahai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepas-kan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan lepas dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada bagi-nya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata’.” (Al-Ahqaf: 29-32)
Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Tak ada satupun dari golongan kaum muslimin yang mengingkari keberadaan jin. Demikian pula mayoritas kaum kuffar meyakini keberadaannya. Ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani pun mengakui eksistensinya sebagaimana pengakuan kaum muslimin, meski ada sebagian kecil dari mereka yang mengingkari-nya. Sebagaimana ada pula di antara kaum muslimin yang menging-karinya yakni dari kalangan orang bodoh dan sebagian Mu’tazilah.
Jelasnya, keberadaan jin merupakan hal yang tak dapat disangkal lagi mengingat pemberitaan dari para nabi sudah sangat mutawatir dan diketahui orang banyak. Secara pasti, kaum jin adalah makhluk hidup, berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan mereka dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya. (Idhahu Ad-Dilalah fi ’Umumi Ar-Risalah hal. 1, lihat Majmu’ul Fatawa, 19/9)
Anehnya orang-orang filsafat masih mengingkari keberadaan jin. Dan dalam hal inipun Muhammad Rasyid Ridha telah keliru. Dia mengatakan: “Sesungguhnya jin itu hanyalah ungkapan/ gambaran tentang bakteri-bakteri. Karena ia tidak dapat dilihat kecuali dengan perantara mikroskop.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah minal Jin oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi t)
Jin lebih dahulu diciptakan daripada manusia sebagaimana dikabarkan Allah I dalam firman-Nya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 26-27)
Karena jin lebih dulu ada, maka Allah I mendahulukan penyebutannya daripada manusia ketika menjelaskan bahwa mereka diperintah untuk beribadah seperti halnya manusia. Allah I berfirman:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyem-bah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Jin, Setan, dan Iblis
Kalimat jin, setan, ataupun juga Iblis seringkali disebutkan dalam Al-Qur`an, bahkan mayoritas kita pun sudah tidak asing lagi mendengarnya. Sehingga eksistensinya sebagai makhluk Allah I tidak lagi diragukan, berdasarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijma’ ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tinggal persoalannya, apakah jin, setan, dan Iblis itu tiga makhluk yang berbeda dengan penciptaan yang berbeda, ataukah mereka itu bermula dari satu asal atau termasuk golongan para malaikat?
Yang pasti, Allah I telah menerangkan asal-muasal penciptaan jin dengan firman-Nya:
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27)
Juga firman-Nya:
“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Ar-Rahman: 15)
Rasulullah n bersabda:
“Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim no. 2996 dari ’Aisyah x)
Adapun Iblis, maka Allah I berfirman tentangnya:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (Al-Kahfi: 50)
Ibnu Katsir t berkata: “Iblis mengkhianati asal penciptaannya, karena dia sesungguhnya diciptakan dari nyala api, sedangkan asal penciptaan malaikat adalah dari cahaya. Maka Allah I mengingatkan di sini bahwa Iblis berasal dari kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api. Al-Hasan Al-Bashri berkata: ‘Iblis tidak termasuk malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.” (Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di t mengatakan: “Iblis adalah abul jin (bapak para jin).” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 406 dan 793)
Sedangkan setan, mereka adalah kalangan jin yang durhaka. Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi t pernah ditanya tentang perbedaan jin dan setan, beliau menjawab: “Jin itu meliputi setan, namun ada juga yang shalih. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesat-kannya. Adapun yang shalih, mereka berpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid dan melakukan shalat sebatas yang mereka ketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Siapakah Iblis?1
Terjadi perbedaan pendapat dalam hal asal-usul iblis, apakah berasal dari malaikat atau dari jin.
Pendapat pertama menyatakan bahwa iblis berasal dari jenis jin. Ini adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashri t. Beliau menyatakan: “Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia.” (Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat Al-Kahfi ayat 50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya.)
Pendapat ini pula yang tampaknya dikuatkan oleh Ibnu Katsir, Al-Jashshash dalam kitabnya Ahkamul Qur‘an (3/215), dan Asy-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa`ul Bayan (4/120). Penjelasan tentang dalil pendapat ini beliau sebutkan dalam kitab tersebut. Secara ringkas, dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Kema’shuman malaikat dari perbuatan kufur yang dilakukan iblis, sebagaimana firman Allah:
“…yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)
“Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Al-Anbiya`: 27)
2. Dzahir surat Al-Kahfi ayat 50
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, lalu ia mendurhakai perintah Rabbnya.”
Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa iblis dari jin, dan jin bukanlah malaikat. Ulama yang memegang pendapat ini menyatakan: “Ini adalah nash Al-Qur`an yang tegas dalam masalah yang diperselisihkan ini.” Beliau juga menyatakan: “Dan hujjah yang paling kuat dalam masalah ini adalah hujjah mereka yang berpendapat bahwa iblis bukan dari malaikat.”
Adapun pendapat kedua yang menyatakan bahwa iblis dari malaikat, menurut Al-Qurthubi, adalah pendapat jumhur ulama termasuk Ibnu ‘Abbas. Alasannya adalah firman Allah:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)
Juga ada alasan-alasan lain berupa beberapa riwayat Israiliyat.
Pendapat yang kuat adalah pendapat yang pertama, insya Allah, karena kuatnya dalil mereka dari ayat-ayat yang jelas.
Adapun alasan pendapat kedua (yakni surat Al-Baqarah ayat 34), sebenarnya ayat tersebut tidak menunjukkan bahwa iblis dari malaikat. Karena susunan kalimat tersebut adalah susunan istitsna` munqathi’ (yaitu yang dikecualikan tidaklah termasuk jenis yang disebutkan).
Adapun cerita-cerita asal-usul iblis, itu adalah cerita Israiliyat. Ibnu Katsir menyatakan: “Dan dalam masalah ini (asal-usul iblis), banyak yang diriwayatkan dari ulama salaf. Namun mayoritasnya adalah Israiliyat (cerita-cerita dari Bani Israil) yang (sesungguhnya) dinukilkan untuk dikaji –wallahu a’lam–, Allah lebih tahu tentang keadaan mayoritas cerita itu. Dan di antaranya ada yang dipastikan dusta, karena menyelisihi kebenaran yang ada di tangan kita. Dan apa yang ada di dalam Al-Qur`an sudah memadai dari yang selainnya dari berita-berita itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/94)
Asy-Syinqithi menyatakan: “Apa yang disebutkan para ahli tafsir dari sekelompok ulama salaf, seperti Ibnu ‘Abbas dan selainnya, bahwa dahulu iblis termasuk pembesar malaikat, penjaga surga, mengurusi urusan dunia, dan namanya adalah ‘Azazil, ini semua adalah cerita Israiliyat yang tidak bisa dijadikan landasan.” (Adhwa`ul Bayan, 4/120-121)
Siapakah Setan?2
Setan atau Syaithan () dalam bahasa Arab diambil dari kata () yang berarti jauh. Ada pula yang mengatakan bahwa itu dari kata () yang berarti terbakar atau batal. Pendapat yang pertama lebih kuat menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah I (Al-Misbahul Munir, hal. 313).
Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu.
Demikianlah Allah I berfirman:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)
Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071).
Yang mendukung pendapat ini adalah surat Al-An’am ayat 112:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar z, ia berkata: Aku datang kepada Nabi n dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?” Beliau menjawab: “Ya.”
Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/172)
Yang mendukung pendapat ini juga hadits Nabi n dalam riwayat Muslim:
“Anjing hitam adalah setan.”
Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu setan dari jenis anjing.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)
Ini adalah pendapat Qatadah, Mujahid dan yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, Asy-Syaukani dan Asy-Syinqithi.
Dalam masalah ini ada tafsir lain terhadap ayat itu, tapi itu adalah pendapat yang lemah. (ed)
Ketika membicarakan tentang setan dan tekadnya dalam menyesatkan manusia, Allah I berfirman:
“Iblis menjawab: ‘Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan’, Allah berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukumiku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf: 14-17)
Setan adalah turunan Iblis, sebagaimana firman Allah I:
“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Turunan-turunan Iblis yang dimaksud dalam ayat ini adalah setan-setan. (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 453)
Penggambaran Tentang Jin
Al-jinnu berasal dari kata janna syai`un yajunnuhu yang bermakna satarahu (menutupi sesuatu). Maka segala sesuatu yang tertutup berarti tersembunyi. Jadi, jin itu disebut dengan jin karena keadaannya yang tersembunyi.
Jin memiliki roh dan jasad. Dalam hal ini, Syaikhuna Muqbil bin Hadi t mengatakan: “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun. Nabi n memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup’. Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah I atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca bismillah, maka setan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan meng-inap’. Jika seseorang makan dan meng-ucapkan bismillah, maka setan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan ber-santap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Dapat berupa ular dan kala-jengking, juga dalam wujud unta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai dan juga burung. Serta bisa berujud Bani Adam seperti waktu setan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. Karena warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan setan dan mempunyai kekuatan panas. (Idhahu Ad-Dilalah, hal. 19 dan 23)
Kaum jin memiliki tempat tinggal yang berbeda-beda. Jin yang shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik. Sedangkan jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Tulang dan kotoran hewan adalah makanan jin. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah n berkata kepada Abu Hurairah z:
“Carikan beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci dan janganlah engkau carikan tulang dan kotoran hewan.” Abu Hurairahzberkata: “Aku pun membawakan untuknya beberapa buah batu dan kusimpan di sampingnya. Lalu aku menjauh hingga beliau menyelesaikan hajatnya.”
Aku bertanya: “Ada apa dengan tulang dan kotoran hewan?”
Beliau menjawab: “Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin, dan mereka adalah sebaik-baik jin). Mereka meminta bekal kepadaku. Maka aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkan makanan.” (HR. Al-Bukhari no. 3860 dari Abu Hurairah z, dalam riwayat Muslim disebutkan : “Semua tulang yang disebutkan nama Allah padanya”, ed)
Gambaran Tentang Iblis dan Setan
Iblis adalah wazan dari fi’il, diambil dari asal kata al-iblaas yang bermakna at-tai`as (putus asa) dari rahmat Allah I.
Mereka adalah musuh nomer wahid bagi manusia, musuh bagi Adam dan keturunannya. Dengan kesombongan dan analoginya yang rusak serta kedustaannya, mereka berani menentang perintah Allah I saat mereka enggan untuk sujud kepada Adam.
Allah I berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34) Malah dengan analoginya yang menyesatkan, Iblis menjawab:
“Aku lebih baik darinya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al-A’raf: 12)
Analogi atau qiyas Iblis ini adalah qiyas yang paling rusak. Qiyas ini adalah qiyas batil karena bertentangan dengan perintah Allah I yang menyuruhnya untuk sujud. Sedangkan qiyas jika berlawanan dengan nash, maka ia menjadi batil karena maksud dari qiyas itu adalah menetapkan hukum yang tidak ada padanya nash, mendekatkan sejumlah perkara kepada yang ada nashnya, sehingga keberadaannya menjadi pengikut bagi nash.
Bila qiyas itu berlawanan dengan nash dan tetap digunakan/ diakui, maka konse-kuensinya akan menggugurkan nash. Dan inilah qiyas yang paling jelek!
Sumpah mereka untuk menggoda Bani Adam terus berlangsung sampai hari kiamat setelah mereka berhasil menggoda Abul Basyar (bapak manusia) Adam dan vonis sesat dari Allah I untuk mereka. Allah I mengingatkan kita dengan firman-Nya:
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Ia menanggalkan pakaian kedua-nya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raf: 27) Karena setan sebagai musuh kita, maka kita diperintahkan untuk menjadi musuh setan. Allah I berfirman:
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)
Allah I berfirman:
“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedangkan mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Jadi kesimpulannya , insyaAllah pastilah bahwa iblis adalah bapak dari para syetan sebagaimana adam merupakan bapak dari para manusia. Dan jin itu merupakan makhluk gaib yang seperti manusia, bisa beriman dan beramal salih dan bisa juga berbuat jahat. Sedangkan syetan adalah golongan yang membangkang dan mendustai kebenaran dari golongan jin dan manusia (lihat surat An-Naas ayat 5-6). Semoga kita semua terlindung dari godaan-godaannya. Wallahu a'lam. Wal ’ilmu ’indallah.
sumber : http://unik-java.blogspot.com
Mau Yang HOT HOT
Beberapa perbedaan kata bahasa inggris yang sama arti namun beda penggunaan
Beberapa perbedaan kata bahasa inggris yang sama arti namun beda penggunaan
1. Perbedaan Just dan only (dalam arti hanya)
Just biasanya untuk kata kerja dan preposisi. Contoh : Just do it ! (kerjakan saja)
Only biasanya untuk bilangan, kata sifat, dll. Contoh : Our time is only 3 minutes left (waktu kita tinggal 3 menit )
2. Perbedaan So dan Very (dalam arti sangat)
So Biasanya diikuti kalimat berikutnya yang berhubungan : contoh >> She is so beautiful that the boys love her (wanita itu sangat cantik sehingga anak anak cowok menyukainya )
Very untuk kalimat langsung, dan lain lain. Contoh >> very interesting ( sangat menyenangkan)
3. Perbedaan Surrender dan give up (dalam arti menyerah )
Surrender untuk menyerah pada musuh
Give up untuk menyerah pada selain musuh, misal menyerah dalam belajar
4. Perbedaan Interrupt dan disturb (dalam arti mengganggu)
Interrupt biasanya mengganggu orang yang sedang dalam pembicaraan/lagi berbicara
Disturb contohnya saja mengganggu orang yang sedang tidur, mengganggu teman, dll
5. Perbedaan Listen dan Hear (dalam arti dengar )
Listen adalah mendengarkan secara fokus ,yang berarti disengaja. Contoh mendengar radio
Hear adalah mendengar, bisa secara tiba tiba tidak disengaja. contoh mendengar ledakan
6. Perbedaan More dan again (dalam arti lagi)
More = mengikuti kata bilangan, dibelakang more adalah kata countable (dapat dihitung) dan jamak. Contoh >> Give me 3 more chance (beri aku 3 kesempatan lagi )
Again = mengikuti frekuensitas, tidak diikuti jamak.. Contoh >> once again, twice again
7. Perbedaan ladder dan stair (dalam arti tangga)
Ladder = tangga yang biasanya dipake tukang tukang itu loo
Stair = Tangga yang di dalam rumah
Mau Yang HOT HOT
1. Perbedaan Just dan only (dalam arti hanya)
Just biasanya untuk kata kerja dan preposisi. Contoh : Just do it ! (kerjakan saja)
Only biasanya untuk bilangan, kata sifat, dll. Contoh : Our time is only 3 minutes left (waktu kita tinggal 3 menit )
2. Perbedaan So dan Very (dalam arti sangat)
So Biasanya diikuti kalimat berikutnya yang berhubungan : contoh >> She is so beautiful that the boys love her (wanita itu sangat cantik sehingga anak anak cowok menyukainya )
Very untuk kalimat langsung, dan lain lain. Contoh >> very interesting ( sangat menyenangkan)
3. Perbedaan Surrender dan give up (dalam arti menyerah )
Surrender untuk menyerah pada musuh
Give up untuk menyerah pada selain musuh, misal menyerah dalam belajar
4. Perbedaan Interrupt dan disturb (dalam arti mengganggu)
Interrupt biasanya mengganggu orang yang sedang dalam pembicaraan/lagi berbicara
Disturb contohnya saja mengganggu orang yang sedang tidur, mengganggu teman, dll
5. Perbedaan Listen dan Hear (dalam arti dengar )
Listen adalah mendengarkan secara fokus ,yang berarti disengaja. Contoh mendengar radio
Hear adalah mendengar, bisa secara tiba tiba tidak disengaja. contoh mendengar ledakan
6. Perbedaan More dan again (dalam arti lagi)
More = mengikuti kata bilangan, dibelakang more adalah kata countable (dapat dihitung) dan jamak. Contoh >> Give me 3 more chance (beri aku 3 kesempatan lagi )
Again = mengikuti frekuensitas, tidak diikuti jamak.. Contoh >> once again, twice again
7. Perbedaan ladder dan stair (dalam arti tangga)
Ladder = tangga yang biasanya dipake tukang tukang itu loo
Stair = Tangga yang di dalam rumah
Mau Yang HOT HOT
Langganan:
Postingan (Atom)














