Subhanallah, perempuan gila pesta masuk islam dan memakai jilbab
Sekali lagi subhanallah, seorang wanita yang sebelumnya gila pesta, masuk islam lantaran akhirnya dia sadar akan kehormatan diri wanita sesungguhnya. Mari kita simak!
Kebahagiaan sejati dan menemukan ketenangan hidup, adalah tujuan sejati manusia. Ia bisa ditemukan dengan beragam cara, misalnya berbuat kebaikan untuk sesama, pergi ke tempat sunyi untuk berkontemplasi, atau mendalami ajaran agama.
Salah satunya dialami Heather Matthews (27), penampilannya berubah drastis, perempuan "gila pesta" dengan penampilan super-minim kini berhijab atau mengenakan jilbab setelah memeluk agama Islam. Baginya Islam mengenalkannya pada kesejatian cinta dan kebahagiaan, yang tidak ia jumpai di gaya hidup lamanya.
Matthews, ibu dua anak itu, masuk Islam empat minggu lalu, dua bulan setelah pulang dari liburan di Ibiza. Ia kini bahkan mengatakan, foto-foto liburannya di Ibiza, tanpa jilbab, adalah sebuah bukti kekeliruan bagaimana dunia Barat mendefinisikan kecantikan.
"Aku melihat cara gadis-gadis masa kini berperilaku dan berdandan, mati-matian menciptakan imej untuk mereka tunjukkan pada orang lain, terutama para pria," kata dia. "Ini adalah soal menghormati diri sendiri. Jika Anda berpakaian dan berperilaku dengan cara tertentu, baik atau buruk, itu akan mempengaruhi cara orang memperlakukan Anda."
"Islam mengajarkan pada saya tentang kesejatian cinta, bukan hasrat palsu dan nafsu. Saat ini saya bahkan memandang perjodohan adalah hal yang logis."
Studi kelompok lintas agama, Faith Matters menemukan, jumlah warga Inggris yang akhirnya memeluk agama Islam saat ini melewati angka 100.000, dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Laporan tersebut juga menyebut, dua per tiganya adalah perempuan, dengan rata-rata usia 27 tahun. Seperti halnya Matthews.
Jalannya menuju Islam diawali justru ketika ia meyakinkan mantan suaminya, Jerrome, yang baru saja menjadi muslim, bahwa Islam adalah agama yang salah. Ia yang curiga pada Islam, mulai banyak membaca untuk mendukung argumennya.
Meski mereka bercerai tahun lalu, Heather Matthews terus mempelajari Islam dan makin mengerti. Akhirnya, empat minggu lalu ia mengucap kalimat syahadat di depan ulama lokal. "Aku saat ini memiliki saudari-saudari muslim, mereka membelikan aku hijab dan buku-buku Islami untuk merayakannya. Ini luar biasa."
Keputusannya itu menimbulkan reaksi dari teman-teman dan keluarga. Juga kenalannya yang kebetulan berpapasan, ternganga melihat kepalanya berjilbab. "Saat memakai jilbab, aku bisa tersenyum pada orang, tanpa membuat mereka berpikir, itu godaan secara seksual," kata dia seperti dilansir Daily Mail.
Matthews juga sepakat dengan aturan Islam, yang melarang hubungan seks di luar pernikahan. Juga menyimpan kecantikan hanya untuk suami. Ia kini berhenti minum alkohol, hanya mengonsumsi makanan halal, dan berniat puasa penuh di Bulan Ramadhan.
Tak ada paksaan dalam beragama
Meski menemukan ketenangan dalam Islam, Matthews tak akan memaksakan agama barunya pada dua putrinya, Ellah (5) dan Halle (2) hasil pernikahannya dengan Jerrome. Ia memberi kesempatan pada dua putrinya untuk menemukan jalan hidupnya sendiri.
Seperti halnya dirinya. "Orang bisa saja berprasangka, aku dalam tekanan. Tapi tidak. Aku perempuan yang kuat, percaya diri, dan berpikiran bebas," kata dia. "Aku mungkin masuk kategori orang-orang yang dianggap tak mungkin masuk Islam."
Namun, Matthews yakin, ia tak menyesali keputusannya. "Mungkin mengejutkan, namun aku memilih Islam demi cinta dan kebahagiaan. Yang jelas hidupku telah berubah."
Mau Yang HOT HOT
Home » All posts
Tips membedakan emas asli dan palsu
Tips membedakan emas asli dan palsu
Setelah sebelumnya memposting cara membedakan madu asli dan palsu, Sekarang saya ngepost baru tentang cara membedakan emas asli dan palsu. Mari kita simak!
Emas adalah salah satu perhiasan yang disukai terutama wanita, terkadang tingkat kekayaan seseorang diukur dari seberapa banyak emas yang di gunakan oleh orang tersebut. Salah satu bisnis yang juga baik di geluti adalah bisnis jual beli emas, sebab harganya cenderung naik turun tergantung dari harga dollar dan juga permintaan , emas sangat baik untuk diivestasikan sebab bendanya yang tidak susut begitupun juga dengan harganya. Bagi pecinta perhiasan emas yang tak sanggup membeli emas asli biasanya beralih menggunakan emas palsu yang harganya yang lumayan lebih murah. Tetapi beberapa oknum justru memanfaafkan keadaan yakni dengan menjual emas palsu ketika permintaan terhadap emas cenderung meningkat. Berikut ini saya akan memberikan beberapa tips sederhana dan mudah membedakan emas asli dan emas palsu dengan mudah.
Ciri-ciri Emas Palsu
1. Emas palsu akan menempel jika di dekatkan dengan magnet, hal ini kemungkinan emas tersebut dicampur dengan logam lain yang mengandung bezi
2. Jika digosokkan pada kaca maka kaca tersebut akan tergores, cobalah untuk menggosokkan beberapa garis di atas kaca pada saat membeli emas.
3. Memiliki bau amis layaknya besi jika dicium. Biasanya akan terasa seperti logam besi yang ada di sekitar kita
4. Jarum akan bengkok jika ditusukkan di emas tersebut, sebab emas asli cenderung lunak bentuknya.
5. Jika dijatuhkan akan berbunyi nyaring seperti logam
Cara mudah mengetes keaslian emas
Jika anda sulit mengetahui apalakah emas yang anda miliki asli atau palsu maka lakukan ujian mengetes keaslian emas berikut ini beberapa cara mudahnya
1. Bawalah emas anda kepada ahli emas dengan mengujinya menggunakan sinar x. Hasilnya akan langsung ketahuan tanpa perlu merusak emas anda, tetapi anda harus membayar jasa orang ahli tersebut.
2. Carilah sebatang magnet dan cobalah untuk mendekatkan emas tersebut ke magnet tadi, jika emas ersebut melengket beratti emas anda palsu sebab mengandung logam lain seperti besi.
3. tusuklah dengan menggunakan jarum, emas asli memiliki tekstur yang lembut, sehingga tidak akan menyebabkan jarum menjadi bengkok jika di tusuk.
4. Gunakan emas perhiasan anda beberapa hari, terutama emas cincin, dan kemudian amati di bagian jari anda. Jika di jari anda ada kotoran atau jari anda menghitam maka emas cincin tersebut palsu
Itulah beberapa cara membedakan emas palsu dengan emas asli, semoga kita bisa terhindar dari upaya penjualan emas palsu.
Mau Yang HOT HOT
Setelah sebelumnya memposting cara membedakan madu asli dan palsu, Sekarang saya ngepost baru tentang cara membedakan emas asli dan palsu. Mari kita simak!
Emas adalah salah satu perhiasan yang disukai terutama wanita, terkadang tingkat kekayaan seseorang diukur dari seberapa banyak emas yang di gunakan oleh orang tersebut. Salah satu bisnis yang juga baik di geluti adalah bisnis jual beli emas, sebab harganya cenderung naik turun tergantung dari harga dollar dan juga permintaan , emas sangat baik untuk diivestasikan sebab bendanya yang tidak susut begitupun juga dengan harganya. Bagi pecinta perhiasan emas yang tak sanggup membeli emas asli biasanya beralih menggunakan emas palsu yang harganya yang lumayan lebih murah. Tetapi beberapa oknum justru memanfaafkan keadaan yakni dengan menjual emas palsu ketika permintaan terhadap emas cenderung meningkat. Berikut ini saya akan memberikan beberapa tips sederhana dan mudah membedakan emas asli dan emas palsu dengan mudah.
Ciri-ciri Emas Palsu
1. Emas palsu akan menempel jika di dekatkan dengan magnet, hal ini kemungkinan emas tersebut dicampur dengan logam lain yang mengandung bezi
2. Jika digosokkan pada kaca maka kaca tersebut akan tergores, cobalah untuk menggosokkan beberapa garis di atas kaca pada saat membeli emas.
3. Memiliki bau amis layaknya besi jika dicium. Biasanya akan terasa seperti logam besi yang ada di sekitar kita
4. Jarum akan bengkok jika ditusukkan di emas tersebut, sebab emas asli cenderung lunak bentuknya.
5. Jika dijatuhkan akan berbunyi nyaring seperti logam
Cara mudah mengetes keaslian emas
Jika anda sulit mengetahui apalakah emas yang anda miliki asli atau palsu maka lakukan ujian mengetes keaslian emas berikut ini beberapa cara mudahnya
1. Bawalah emas anda kepada ahli emas dengan mengujinya menggunakan sinar x. Hasilnya akan langsung ketahuan tanpa perlu merusak emas anda, tetapi anda harus membayar jasa orang ahli tersebut.
2. Carilah sebatang magnet dan cobalah untuk mendekatkan emas tersebut ke magnet tadi, jika emas ersebut melengket beratti emas anda palsu sebab mengandung logam lain seperti besi.
3. tusuklah dengan menggunakan jarum, emas asli memiliki tekstur yang lembut, sehingga tidak akan menyebabkan jarum menjadi bengkok jika di tusuk.
4. Gunakan emas perhiasan anda beberapa hari, terutama emas cincin, dan kemudian amati di bagian jari anda. Jika di jari anda ada kotoran atau jari anda menghitam maka emas cincin tersebut palsu
Itulah beberapa cara membedakan emas palsu dengan emas asli, semoga kita bisa terhindar dari upaya penjualan emas palsu.
Mau Yang HOT HOT
Tips membedakan madu asli dan palsu
Tips membedakan madu asli dan palsu
Madu adalah cairan yang dihasilkan lebah yang banyak sekali mengandung manfaat. Bahkan sampai tercantum dalam quran lhoo sob, Subhanallah. Hampir seluruh masyarakat sudah mengetahui manfaat yang bisa diperoleh dari mengkonsumsi madu. Madu bisa digunakan sebagai asupan atau pengobatan alternative mulai dari masalah penurunan stamina badan sampai dengan masalah kesehatan yang berat seperti penyakit kencing manis atau penyumbatan pembuluh darah oleh kolesterol. Saat ini banyak jenis madu yang beredar dan dijual secara bebas di masyarakat.Namun kesel dah kalo kita dibohongi sama penjualnya, katanya asli ternyata palsu. Padahal madu yang baik ya pastinya yang asli lah yaa, bukan yang palsu pake campuran.
Oleh karena itu, saya ingin nge-share sama sobat sobat tentang cara mengetahui madu yang asli.
Cara Pertama
Taruh 1 sendok makan madu kedalam cawan putih atau jernih. Lalu campurkan air secukupnya kedalam madu tersebut. Goyang-goyang campuran antara madu dan air tersebut sekitar 40 detik hingga satu menit. Jika madu tersebut adalah asli maka setelah digoyang-goyang di campuran tadi akan terbentuk struktur rumah lebah.
Cara Kedua
Ambil segelas air putih, lalu teteskan satu tetes madu kedalam segelas air putih tadi. Madu yang asli akan jatuh langsung kedasar gelas tanpa berpendar dan akan tetap kelihatan solid atau mengumpul.
Cara Ketiga
Cara ketiga untuk mengetahui keaslian dan kualitas dari madu adalah dengan cara dibakar. Pertama – tama ambil sendok dan isi sendok dengan madu. Jumlah dari madu didalam sendok cukup setengah sendok. Kemudian panaskan diatas lilin. Madu yang asli akan meluber akibat terkena panas dan akan tumpah.
Cara Keempat
Cara keempat ini sangat sederhana sekali, sediakan kertas Koran secukupnya. Kemudian teteskan madu diatas kertas koran. Jika madu tersebut adalah asli, maka madu tidak akan langsung merembes di kertas koran karena tidak mengandung air.
Demikian cara mengetahui madu asli atau kualitas madu secara sederhana semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. amiin
Mau Yang HOT HOT
Madu adalah cairan yang dihasilkan lebah yang banyak sekali mengandung manfaat. Bahkan sampai tercantum dalam quran lhoo sob, Subhanallah. Hampir seluruh masyarakat sudah mengetahui manfaat yang bisa diperoleh dari mengkonsumsi madu. Madu bisa digunakan sebagai asupan atau pengobatan alternative mulai dari masalah penurunan stamina badan sampai dengan masalah kesehatan yang berat seperti penyakit kencing manis atau penyumbatan pembuluh darah oleh kolesterol. Saat ini banyak jenis madu yang beredar dan dijual secara bebas di masyarakat.Namun kesel dah kalo kita dibohongi sama penjualnya, katanya asli ternyata palsu. Padahal madu yang baik ya pastinya yang asli lah yaa, bukan yang palsu pake campuran.
Oleh karena itu, saya ingin nge-share sama sobat sobat tentang cara mengetahui madu yang asli.
Cara Pertama
Taruh 1 sendok makan madu kedalam cawan putih atau jernih. Lalu campurkan air secukupnya kedalam madu tersebut. Goyang-goyang campuran antara madu dan air tersebut sekitar 40 detik hingga satu menit. Jika madu tersebut adalah asli maka setelah digoyang-goyang di campuran tadi akan terbentuk struktur rumah lebah.
Cara Kedua
Ambil segelas air putih, lalu teteskan satu tetes madu kedalam segelas air putih tadi. Madu yang asli akan jatuh langsung kedasar gelas tanpa berpendar dan akan tetap kelihatan solid atau mengumpul.
Cara Ketiga
Cara ketiga untuk mengetahui keaslian dan kualitas dari madu adalah dengan cara dibakar. Pertama – tama ambil sendok dan isi sendok dengan madu. Jumlah dari madu didalam sendok cukup setengah sendok. Kemudian panaskan diatas lilin. Madu yang asli akan meluber akibat terkena panas dan akan tumpah.
Cara Keempat
Cara keempat ini sangat sederhana sekali, sediakan kertas Koran secukupnya. Kemudian teteskan madu diatas kertas koran. Jika madu tersebut adalah asli, maka madu tidak akan langsung merembes di kertas koran karena tidak mengandung air.
Demikian cara mengetahui madu asli atau kualitas madu secara sederhana semoga bisa bermanfaat bagi anda semua. amiin
Mau Yang HOT HOT
Kucing berbadan babi berkaki singa
Kucing berbadan babi berkaki singa
Ini nih gan pertama tahu dulu waktu masih smp tapi baru sempet posting sekarang. Pertama ngliat fotonya di atas aja udah ngeri ya sob, Jelaslah ini pasti rekayasa manusia. Dasar manusia kalo udah dibisiki iblis langsung keluar dah sikap jahatnya,serakah. Masa ada kaya gitu kepalanya kucing, tapi badannya babi dan kakinya singa. Dia dijuluki Ugly Bad boy Mari kita simak!
Hewan yang di beri nama Ugly Bad Boy bisa jadi adalah seekor kucing yang lain dari pada yang lain. Kucing satu ini gak punya bulu sama sekali dibadannya kecuali di bagian lehernya dan bulu-bulunya terlihat gak karuan deh. Ugly Bad Boy yang berusia 8 tahun itu terpaksa tinggal di rumah sakit hewan karena gak ada yang mau memeliharanya meski para staff rumah sakit sudah berusaha menawarkan panflet(handout.leaflet) yang menyatakan kalau si kucing itu normal - suka minta perhatian dan ramah - seperti kucing-kucing lainnya, meski penampilan luarnya gak menarik. Namun ternyata dengan penampilannya itu, Ugly Bad Boy menjadi tontonan para turis di Exeter, New Hampshire, Amerika.
"Orang-orang datang dan mengambil gambarnya dengan ponsel mereka. Dia hebat. Dia membuat orang-orang yang datang mengira kalau dirinya itu gak nyata karena dirinya hanya duduk diam gak bergerak sama sekali. Namun ketika dia bergerak, dia membuat orang-orang takut. Tapi mereka masih menganggap kalau dia hewan yang memikat," jelas Christie Hartnett, seorang staff rumah sakit lewat Dailymail.co.uk. Tadinya sih Ugly Bad Boy bukan satu-satunya kucing yang gak punya bulu. Saudarinya ternyata terlahir tanpa bulu seperti dirinya, namun sayang saudari Ugly hanya bisa bertahan hidup selama beberapa minggu saja.dan dia sampai saat ini telah berusia 8 Tahun.
sumber :http://www.taukahkamu.com/2010/10/ugly-bad-boy-mahluk-mengerikan-kepala.html
Mau Yang HOT HOT
Ini nih gan pertama tahu dulu waktu masih smp tapi baru sempet posting sekarang. Pertama ngliat fotonya di atas aja udah ngeri ya sob, Jelaslah ini pasti rekayasa manusia. Dasar manusia kalo udah dibisiki iblis langsung keluar dah sikap jahatnya,serakah. Masa ada kaya gitu kepalanya kucing, tapi badannya babi dan kakinya singa. Dia dijuluki Ugly Bad boy Mari kita simak!
Hewan yang di beri nama Ugly Bad Boy bisa jadi adalah seekor kucing yang lain dari pada yang lain. Kucing satu ini gak punya bulu sama sekali dibadannya kecuali di bagian lehernya dan bulu-bulunya terlihat gak karuan deh. Ugly Bad Boy yang berusia 8 tahun itu terpaksa tinggal di rumah sakit hewan karena gak ada yang mau memeliharanya meski para staff rumah sakit sudah berusaha menawarkan panflet(handout.leaflet) yang menyatakan kalau si kucing itu normal - suka minta perhatian dan ramah - seperti kucing-kucing lainnya, meski penampilan luarnya gak menarik. Namun ternyata dengan penampilannya itu, Ugly Bad Boy menjadi tontonan para turis di Exeter, New Hampshire, Amerika.
"Orang-orang datang dan mengambil gambarnya dengan ponsel mereka. Dia hebat. Dia membuat orang-orang yang datang mengira kalau dirinya itu gak nyata karena dirinya hanya duduk diam gak bergerak sama sekali. Namun ketika dia bergerak, dia membuat orang-orang takut. Tapi mereka masih menganggap kalau dia hewan yang memikat," jelas Christie Hartnett, seorang staff rumah sakit lewat Dailymail.co.uk. Tadinya sih Ugly Bad Boy bukan satu-satunya kucing yang gak punya bulu. Saudarinya ternyata terlahir tanpa bulu seperti dirinya, namun sayang saudari Ugly hanya bisa bertahan hidup selama beberapa minggu saja.dan dia sampai saat ini telah berusia 8 Tahun.
sumber :http://www.taukahkamu.com/2010/10/ugly-bad-boy-mahluk-mengerikan-kepala.html
Mau Yang HOT HOT
Perbedaan jin, syetan, iblis
Perbedaan jin, syetan, iblis
Seringkali kita bertanya tanya, apa perbedaan jin, syetan, dan iblis. Apakah ketiganya saling berinteraksi dan saling melihat. Apakah syetan dan iblis bisa menggoda jin? pertanyaan pertanyaan seperti itu kerap kali muncul dibenak kita. Mari kita simak!
(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf)
Tema Jin, Setan, dan Iblis masih menyisakan kontroversi hingga kini. Namun yang jelas, eksistensi mereka diakui dalam syariat. Sehingga, jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan mereka, teramat pantas jika diragukan keimanannya.
Sesungguhnya Allah I telah mengutus nabi kita Muhammad n dengan risalah yang umum dan menyeluruh. Tidak hanya untuk kalangan Arab saja namun juga untuk selain Arab. Tidak khusus bagi kaumnya saja, namun bagi umat seluruhnya. Bahkan Allah I mengutusnya kepada segenap Ats-Tsaqalain: jin dan manusia.
Allah I berfirman:
“Katakanlah: `Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.” (Al-A’raf: 158)
Rasulullah n bersabda:
“Adalah para nabi itu diutus kepada kaumnya sedang aku diutus kepada seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah z)
Allah I juga berfirman:
“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan sekumpulan jin kepadamu yang mendengar-kan Al-Qur`an. Maka ketika mereka menghadiri pembacaannya lalu mereka berkata: ` Diamlah kamu (untuk mendengar-kannya)’. Ketika pembacaan telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: `Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur`an) yang telah diturunkan setelah Musa, yang membenar-kan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Wahai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepas-kan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan lepas dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada bagi-nya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata’.” (Al-Ahqaf: 29-32)
Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Tak ada satupun dari golongan kaum muslimin yang mengingkari keberadaan jin. Demikian pula mayoritas kaum kuffar meyakini keberadaannya. Ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani pun mengakui eksistensinya sebagaimana pengakuan kaum muslimin, meski ada sebagian kecil dari mereka yang mengingkari-nya. Sebagaimana ada pula di antara kaum muslimin yang menging-karinya yakni dari kalangan orang bodoh dan sebagian Mu’tazilah.
Jelasnya, keberadaan jin merupakan hal yang tak dapat disangkal lagi mengingat pemberitaan dari para nabi sudah sangat mutawatir dan diketahui orang banyak. Secara pasti, kaum jin adalah makhluk hidup, berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan mereka dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya. (Idhahu Ad-Dilalah fi ’Umumi Ar-Risalah hal. 1, lihat Majmu’ul Fatawa, 19/9)
Anehnya orang-orang filsafat masih mengingkari keberadaan jin. Dan dalam hal inipun Muhammad Rasyid Ridha telah keliru. Dia mengatakan: “Sesungguhnya jin itu hanyalah ungkapan/ gambaran tentang bakteri-bakteri. Karena ia tidak dapat dilihat kecuali dengan perantara mikroskop.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah minal Jin oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi t)
Jin lebih dahulu diciptakan daripada manusia sebagaimana dikabarkan Allah I dalam firman-Nya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 26-27)
Karena jin lebih dulu ada, maka Allah I mendahulukan penyebutannya daripada manusia ketika menjelaskan bahwa mereka diperintah untuk beribadah seperti halnya manusia. Allah I berfirman:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyem-bah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Jin, Setan, dan Iblis
Kalimat jin, setan, ataupun juga Iblis seringkali disebutkan dalam Al-Qur`an, bahkan mayoritas kita pun sudah tidak asing lagi mendengarnya. Sehingga eksistensinya sebagai makhluk Allah I tidak lagi diragukan, berdasarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijma’ ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tinggal persoalannya, apakah jin, setan, dan Iblis itu tiga makhluk yang berbeda dengan penciptaan yang berbeda, ataukah mereka itu bermula dari satu asal atau termasuk golongan para malaikat?
Yang pasti, Allah I telah menerangkan asal-muasal penciptaan jin dengan firman-Nya:
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27)
Juga firman-Nya:
“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Ar-Rahman: 15)
Rasulullah n bersabda:
“Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim no. 2996 dari ’Aisyah x)
Adapun Iblis, maka Allah I berfirman tentangnya:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (Al-Kahfi: 50)
Ibnu Katsir t berkata: “Iblis mengkhianati asal penciptaannya, karena dia sesungguhnya diciptakan dari nyala api, sedangkan asal penciptaan malaikat adalah dari cahaya. Maka Allah I mengingatkan di sini bahwa Iblis berasal dari kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api. Al-Hasan Al-Bashri berkata: ‘Iblis tidak termasuk malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.” (Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di t mengatakan: “Iblis adalah abul jin (bapak para jin).” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 406 dan 793)
Sedangkan setan, mereka adalah kalangan jin yang durhaka. Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi t pernah ditanya tentang perbedaan jin dan setan, beliau menjawab: “Jin itu meliputi setan, namun ada juga yang shalih. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesat-kannya. Adapun yang shalih, mereka berpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid dan melakukan shalat sebatas yang mereka ketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Siapakah Iblis?1
Terjadi perbedaan pendapat dalam hal asal-usul iblis, apakah berasal dari malaikat atau dari jin.
Pendapat pertama menyatakan bahwa iblis berasal dari jenis jin. Ini adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashri t. Beliau menyatakan: “Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia.” (Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat Al-Kahfi ayat 50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya.)
Pendapat ini pula yang tampaknya dikuatkan oleh Ibnu Katsir, Al-Jashshash dalam kitabnya Ahkamul Qur‘an (3/215), dan Asy-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa`ul Bayan (4/120). Penjelasan tentang dalil pendapat ini beliau sebutkan dalam kitab tersebut. Secara ringkas, dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Kema’shuman malaikat dari perbuatan kufur yang dilakukan iblis, sebagaimana firman Allah:
“…yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)
“Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Al-Anbiya`: 27)
2. Dzahir surat Al-Kahfi ayat 50
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, lalu ia mendurhakai perintah Rabbnya.”
Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa iblis dari jin, dan jin bukanlah malaikat. Ulama yang memegang pendapat ini menyatakan: “Ini adalah nash Al-Qur`an yang tegas dalam masalah yang diperselisihkan ini.” Beliau juga menyatakan: “Dan hujjah yang paling kuat dalam masalah ini adalah hujjah mereka yang berpendapat bahwa iblis bukan dari malaikat.”
Adapun pendapat kedua yang menyatakan bahwa iblis dari malaikat, menurut Al-Qurthubi, adalah pendapat jumhur ulama termasuk Ibnu ‘Abbas. Alasannya adalah firman Allah:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)
Juga ada alasan-alasan lain berupa beberapa riwayat Israiliyat.
Pendapat yang kuat adalah pendapat yang pertama, insya Allah, karena kuatnya dalil mereka dari ayat-ayat yang jelas.
Adapun alasan pendapat kedua (yakni surat Al-Baqarah ayat 34), sebenarnya ayat tersebut tidak menunjukkan bahwa iblis dari malaikat. Karena susunan kalimat tersebut adalah susunan istitsna` munqathi’ (yaitu yang dikecualikan tidaklah termasuk jenis yang disebutkan).
Adapun cerita-cerita asal-usul iblis, itu adalah cerita Israiliyat. Ibnu Katsir menyatakan: “Dan dalam masalah ini (asal-usul iblis), banyak yang diriwayatkan dari ulama salaf. Namun mayoritasnya adalah Israiliyat (cerita-cerita dari Bani Israil) yang (sesungguhnya) dinukilkan untuk dikaji –wallahu a’lam–, Allah lebih tahu tentang keadaan mayoritas cerita itu. Dan di antaranya ada yang dipastikan dusta, karena menyelisihi kebenaran yang ada di tangan kita. Dan apa yang ada di dalam Al-Qur`an sudah memadai dari yang selainnya dari berita-berita itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/94)
Asy-Syinqithi menyatakan: “Apa yang disebutkan para ahli tafsir dari sekelompok ulama salaf, seperti Ibnu ‘Abbas dan selainnya, bahwa dahulu iblis termasuk pembesar malaikat, penjaga surga, mengurusi urusan dunia, dan namanya adalah ‘Azazil, ini semua adalah cerita Israiliyat yang tidak bisa dijadikan landasan.” (Adhwa`ul Bayan, 4/120-121)
Siapakah Setan?2
Setan atau Syaithan () dalam bahasa Arab diambil dari kata () yang berarti jauh. Ada pula yang mengatakan bahwa itu dari kata () yang berarti terbakar atau batal. Pendapat yang pertama lebih kuat menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah I (Al-Misbahul Munir, hal. 313).
Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu.
Demikianlah Allah I berfirman:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)
Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071).
Yang mendukung pendapat ini adalah surat Al-An’am ayat 112:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar z, ia berkata: Aku datang kepada Nabi n dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?” Beliau menjawab: “Ya.”
Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/172)
Yang mendukung pendapat ini juga hadits Nabi n dalam riwayat Muslim:
“Anjing hitam adalah setan.”
Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu setan dari jenis anjing.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)
Ini adalah pendapat Qatadah, Mujahid dan yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, Asy-Syaukani dan Asy-Syinqithi.
Dalam masalah ini ada tafsir lain terhadap ayat itu, tapi itu adalah pendapat yang lemah. (ed)
Ketika membicarakan tentang setan dan tekadnya dalam menyesatkan manusia, Allah I berfirman:
“Iblis menjawab: ‘Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan’, Allah berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukumiku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf: 14-17)
Setan adalah turunan Iblis, sebagaimana firman Allah I:
“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Turunan-turunan Iblis yang dimaksud dalam ayat ini adalah setan-setan. (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 453)
Penggambaran Tentang Jin
Al-jinnu berasal dari kata janna syai`un yajunnuhu yang bermakna satarahu (menutupi sesuatu). Maka segala sesuatu yang tertutup berarti tersembunyi. Jadi, jin itu disebut dengan jin karena keadaannya yang tersembunyi.
Jin memiliki roh dan jasad. Dalam hal ini, Syaikhuna Muqbil bin Hadi t mengatakan: “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun. Nabi n memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup’. Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah I atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca bismillah, maka setan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan meng-inap’. Jika seseorang makan dan meng-ucapkan bismillah, maka setan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan ber-santap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Dapat berupa ular dan kala-jengking, juga dalam wujud unta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai dan juga burung. Serta bisa berujud Bani Adam seperti waktu setan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. Karena warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan setan dan mempunyai kekuatan panas. (Idhahu Ad-Dilalah, hal. 19 dan 23)
Kaum jin memiliki tempat tinggal yang berbeda-beda. Jin yang shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik. Sedangkan jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Tulang dan kotoran hewan adalah makanan jin. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah n berkata kepada Abu Hurairah z:
“Carikan beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci dan janganlah engkau carikan tulang dan kotoran hewan.” Abu Hurairahzberkata: “Aku pun membawakan untuknya beberapa buah batu dan kusimpan di sampingnya. Lalu aku menjauh hingga beliau menyelesaikan hajatnya.”
Aku bertanya: “Ada apa dengan tulang dan kotoran hewan?”
Beliau menjawab: “Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin, dan mereka adalah sebaik-baik jin). Mereka meminta bekal kepadaku. Maka aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkan makanan.” (HR. Al-Bukhari no. 3860 dari Abu Hurairah z, dalam riwayat Muslim disebutkan : “Semua tulang yang disebutkan nama Allah padanya”, ed)
Gambaran Tentang Iblis dan Setan
Iblis adalah wazan dari fi’il, diambil dari asal kata al-iblaas yang bermakna at-tai`as (putus asa) dari rahmat Allah I.
Mereka adalah musuh nomer wahid bagi manusia, musuh bagi Adam dan keturunannya. Dengan kesombongan dan analoginya yang rusak serta kedustaannya, mereka berani menentang perintah Allah I saat mereka enggan untuk sujud kepada Adam.
Allah I berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34) Malah dengan analoginya yang menyesatkan, Iblis menjawab:
“Aku lebih baik darinya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al-A’raf: 12)
Analogi atau qiyas Iblis ini adalah qiyas yang paling rusak. Qiyas ini adalah qiyas batil karena bertentangan dengan perintah Allah I yang menyuruhnya untuk sujud. Sedangkan qiyas jika berlawanan dengan nash, maka ia menjadi batil karena maksud dari qiyas itu adalah menetapkan hukum yang tidak ada padanya nash, mendekatkan sejumlah perkara kepada yang ada nashnya, sehingga keberadaannya menjadi pengikut bagi nash.
Bila qiyas itu berlawanan dengan nash dan tetap digunakan/ diakui, maka konse-kuensinya akan menggugurkan nash. Dan inilah qiyas yang paling jelek!
Sumpah mereka untuk menggoda Bani Adam terus berlangsung sampai hari kiamat setelah mereka berhasil menggoda Abul Basyar (bapak manusia) Adam dan vonis sesat dari Allah I untuk mereka. Allah I mengingatkan kita dengan firman-Nya:
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Ia menanggalkan pakaian kedua-nya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raf: 27) Karena setan sebagai musuh kita, maka kita diperintahkan untuk menjadi musuh setan. Allah I berfirman:
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)
Allah I berfirman:
“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedangkan mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Jadi kesimpulannya , insyaAllah pastilah bahwa iblis adalah bapak dari para syetan sebagaimana adam merupakan bapak dari para manusia. Dan jin itu merupakan makhluk gaib yang seperti manusia, bisa beriman dan beramal salih dan bisa juga berbuat jahat. Sedangkan syetan adalah golongan yang membangkang dan mendustai kebenaran dari golongan jin dan manusia (lihat surat An-Naas ayat 5-6). Semoga kita semua terlindung dari godaan-godaannya. Wallahu a'lam. Wal ’ilmu ’indallah.
sumber : http://unik-java.blogspot.com
Mau Yang HOT HOT
Seringkali kita bertanya tanya, apa perbedaan jin, syetan, dan iblis. Apakah ketiganya saling berinteraksi dan saling melihat. Apakah syetan dan iblis bisa menggoda jin? pertanyaan pertanyaan seperti itu kerap kali muncul dibenak kita. Mari kita simak!
(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf)
Tema Jin, Setan, dan Iblis masih menyisakan kontroversi hingga kini. Namun yang jelas, eksistensi mereka diakui dalam syariat. Sehingga, jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan mereka, teramat pantas jika diragukan keimanannya.
Sesungguhnya Allah I telah mengutus nabi kita Muhammad n dengan risalah yang umum dan menyeluruh. Tidak hanya untuk kalangan Arab saja namun juga untuk selain Arab. Tidak khusus bagi kaumnya saja, namun bagi umat seluruhnya. Bahkan Allah I mengutusnya kepada segenap Ats-Tsaqalain: jin dan manusia.
Allah I berfirman:
“Katakanlah: `Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.” (Al-A’raf: 158)
Rasulullah n bersabda:
“Adalah para nabi itu diutus kepada kaumnya sedang aku diutus kepada seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah z)
Allah I juga berfirman:
“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan sekumpulan jin kepadamu yang mendengar-kan Al-Qur`an. Maka ketika mereka menghadiri pembacaannya lalu mereka berkata: ` Diamlah kamu (untuk mendengar-kannya)’. Ketika pembacaan telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: `Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur`an) yang telah diturunkan setelah Musa, yang membenar-kan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Wahai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepas-kan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan lepas dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada bagi-nya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata’.” (Al-Ahqaf: 29-32)
Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Tak ada satupun dari golongan kaum muslimin yang mengingkari keberadaan jin. Demikian pula mayoritas kaum kuffar meyakini keberadaannya. Ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani pun mengakui eksistensinya sebagaimana pengakuan kaum muslimin, meski ada sebagian kecil dari mereka yang mengingkari-nya. Sebagaimana ada pula di antara kaum muslimin yang menging-karinya yakni dari kalangan orang bodoh dan sebagian Mu’tazilah.
Jelasnya, keberadaan jin merupakan hal yang tak dapat disangkal lagi mengingat pemberitaan dari para nabi sudah sangat mutawatir dan diketahui orang banyak. Secara pasti, kaum jin adalah makhluk hidup, berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan mereka dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya. (Idhahu Ad-Dilalah fi ’Umumi Ar-Risalah hal. 1, lihat Majmu’ul Fatawa, 19/9)
Anehnya orang-orang filsafat masih mengingkari keberadaan jin. Dan dalam hal inipun Muhammad Rasyid Ridha telah keliru. Dia mengatakan: “Sesungguhnya jin itu hanyalah ungkapan/ gambaran tentang bakteri-bakteri. Karena ia tidak dapat dilihat kecuali dengan perantara mikroskop.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah minal Jin oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi t)
Jin lebih dahulu diciptakan daripada manusia sebagaimana dikabarkan Allah I dalam firman-Nya:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 26-27)
Karena jin lebih dulu ada, maka Allah I mendahulukan penyebutannya daripada manusia ketika menjelaskan bahwa mereka diperintah untuk beribadah seperti halnya manusia. Allah I berfirman:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyem-bah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Jin, Setan, dan Iblis
Kalimat jin, setan, ataupun juga Iblis seringkali disebutkan dalam Al-Qur`an, bahkan mayoritas kita pun sudah tidak asing lagi mendengarnya. Sehingga eksistensinya sebagai makhluk Allah I tidak lagi diragukan, berdasarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijma’ ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tinggal persoalannya, apakah jin, setan, dan Iblis itu tiga makhluk yang berbeda dengan penciptaan yang berbeda, ataukah mereka itu bermula dari satu asal atau termasuk golongan para malaikat?
Yang pasti, Allah I telah menerangkan asal-muasal penciptaan jin dengan firman-Nya:
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27)
Juga firman-Nya:
“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Ar-Rahman: 15)
Rasulullah n bersabda:
“Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim no. 2996 dari ’Aisyah x)
Adapun Iblis, maka Allah I berfirman tentangnya:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (Al-Kahfi: 50)
Ibnu Katsir t berkata: “Iblis mengkhianati asal penciptaannya, karena dia sesungguhnya diciptakan dari nyala api, sedangkan asal penciptaan malaikat adalah dari cahaya. Maka Allah I mengingatkan di sini bahwa Iblis berasal dari kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api. Al-Hasan Al-Bashri berkata: ‘Iblis tidak termasuk malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.” (Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di t mengatakan: “Iblis adalah abul jin (bapak para jin).” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 406 dan 793)
Sedangkan setan, mereka adalah kalangan jin yang durhaka. Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi t pernah ditanya tentang perbedaan jin dan setan, beliau menjawab: “Jin itu meliputi setan, namun ada juga yang shalih. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesat-kannya. Adapun yang shalih, mereka berpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid dan melakukan shalat sebatas yang mereka ketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Siapakah Iblis?1
Terjadi perbedaan pendapat dalam hal asal-usul iblis, apakah berasal dari malaikat atau dari jin.
Pendapat pertama menyatakan bahwa iblis berasal dari jenis jin. Ini adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashri t. Beliau menyatakan: “Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia.” (Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat Al-Kahfi ayat 50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya.)
Pendapat ini pula yang tampaknya dikuatkan oleh Ibnu Katsir, Al-Jashshash dalam kitabnya Ahkamul Qur‘an (3/215), dan Asy-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa`ul Bayan (4/120). Penjelasan tentang dalil pendapat ini beliau sebutkan dalam kitab tersebut. Secara ringkas, dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Kema’shuman malaikat dari perbuatan kufur yang dilakukan iblis, sebagaimana firman Allah:
“…yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)
“Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Al-Anbiya`: 27)
2. Dzahir surat Al-Kahfi ayat 50
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, lalu ia mendurhakai perintah Rabbnya.”
Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa iblis dari jin, dan jin bukanlah malaikat. Ulama yang memegang pendapat ini menyatakan: “Ini adalah nash Al-Qur`an yang tegas dalam masalah yang diperselisihkan ini.” Beliau juga menyatakan: “Dan hujjah yang paling kuat dalam masalah ini adalah hujjah mereka yang berpendapat bahwa iblis bukan dari malaikat.”
Adapun pendapat kedua yang menyatakan bahwa iblis dari malaikat, menurut Al-Qurthubi, adalah pendapat jumhur ulama termasuk Ibnu ‘Abbas. Alasannya adalah firman Allah:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)
Juga ada alasan-alasan lain berupa beberapa riwayat Israiliyat.
Pendapat yang kuat adalah pendapat yang pertama, insya Allah, karena kuatnya dalil mereka dari ayat-ayat yang jelas.
Adapun alasan pendapat kedua (yakni surat Al-Baqarah ayat 34), sebenarnya ayat tersebut tidak menunjukkan bahwa iblis dari malaikat. Karena susunan kalimat tersebut adalah susunan istitsna` munqathi’ (yaitu yang dikecualikan tidaklah termasuk jenis yang disebutkan).
Adapun cerita-cerita asal-usul iblis, itu adalah cerita Israiliyat. Ibnu Katsir menyatakan: “Dan dalam masalah ini (asal-usul iblis), banyak yang diriwayatkan dari ulama salaf. Namun mayoritasnya adalah Israiliyat (cerita-cerita dari Bani Israil) yang (sesungguhnya) dinukilkan untuk dikaji –wallahu a’lam–, Allah lebih tahu tentang keadaan mayoritas cerita itu. Dan di antaranya ada yang dipastikan dusta, karena menyelisihi kebenaran yang ada di tangan kita. Dan apa yang ada di dalam Al-Qur`an sudah memadai dari yang selainnya dari berita-berita itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/94)
Asy-Syinqithi menyatakan: “Apa yang disebutkan para ahli tafsir dari sekelompok ulama salaf, seperti Ibnu ‘Abbas dan selainnya, bahwa dahulu iblis termasuk pembesar malaikat, penjaga surga, mengurusi urusan dunia, dan namanya adalah ‘Azazil, ini semua adalah cerita Israiliyat yang tidak bisa dijadikan landasan.” (Adhwa`ul Bayan, 4/120-121)
Siapakah Setan?2
Setan atau Syaithan () dalam bahasa Arab diambil dari kata () yang berarti jauh. Ada pula yang mengatakan bahwa itu dari kata () yang berarti terbakar atau batal. Pendapat yang pertama lebih kuat menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah I (Al-Misbahul Munir, hal. 313).
Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu.
Demikianlah Allah I berfirman:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)
Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071).
Yang mendukung pendapat ini adalah surat Al-An’am ayat 112:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar z, ia berkata: Aku datang kepada Nabi n dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?” Beliau menjawab: “Ya.”
Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/172)
Yang mendukung pendapat ini juga hadits Nabi n dalam riwayat Muslim:
“Anjing hitam adalah setan.”
Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu setan dari jenis anjing.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)
Ini adalah pendapat Qatadah, Mujahid dan yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, Asy-Syaukani dan Asy-Syinqithi.
Dalam masalah ini ada tafsir lain terhadap ayat itu, tapi itu adalah pendapat yang lemah. (ed)
Ketika membicarakan tentang setan dan tekadnya dalam menyesatkan manusia, Allah I berfirman:
“Iblis menjawab: ‘Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan’, Allah berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukumiku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf: 14-17)
Setan adalah turunan Iblis, sebagaimana firman Allah I:
“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Turunan-turunan Iblis yang dimaksud dalam ayat ini adalah setan-setan. (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 453)
Penggambaran Tentang Jin
Al-jinnu berasal dari kata janna syai`un yajunnuhu yang bermakna satarahu (menutupi sesuatu). Maka segala sesuatu yang tertutup berarti tersembunyi. Jadi, jin itu disebut dengan jin karena keadaannya yang tersembunyi.
Jin memiliki roh dan jasad. Dalam hal ini, Syaikhuna Muqbil bin Hadi t mengatakan: “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun. Nabi n memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup’. Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah I atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca bismillah, maka setan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan meng-inap’. Jika seseorang makan dan meng-ucapkan bismillah, maka setan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan ber-santap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Dapat berupa ular dan kala-jengking, juga dalam wujud unta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai dan juga burung. Serta bisa berujud Bani Adam seperti waktu setan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. Karena warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan setan dan mempunyai kekuatan panas. (Idhahu Ad-Dilalah, hal. 19 dan 23)
Kaum jin memiliki tempat tinggal yang berbeda-beda. Jin yang shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik. Sedangkan jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Tulang dan kotoran hewan adalah makanan jin. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah n berkata kepada Abu Hurairah z:
“Carikan beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci dan janganlah engkau carikan tulang dan kotoran hewan.” Abu Hurairahzberkata: “Aku pun membawakan untuknya beberapa buah batu dan kusimpan di sampingnya. Lalu aku menjauh hingga beliau menyelesaikan hajatnya.”
Aku bertanya: “Ada apa dengan tulang dan kotoran hewan?”
Beliau menjawab: “Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin, dan mereka adalah sebaik-baik jin). Mereka meminta bekal kepadaku. Maka aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkan makanan.” (HR. Al-Bukhari no. 3860 dari Abu Hurairah z, dalam riwayat Muslim disebutkan : “Semua tulang yang disebutkan nama Allah padanya”, ed)
Gambaran Tentang Iblis dan Setan
Iblis adalah wazan dari fi’il, diambil dari asal kata al-iblaas yang bermakna at-tai`as (putus asa) dari rahmat Allah I.
Mereka adalah musuh nomer wahid bagi manusia, musuh bagi Adam dan keturunannya. Dengan kesombongan dan analoginya yang rusak serta kedustaannya, mereka berani menentang perintah Allah I saat mereka enggan untuk sujud kepada Adam.
Allah I berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34) Malah dengan analoginya yang menyesatkan, Iblis menjawab:
“Aku lebih baik darinya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al-A’raf: 12)
Analogi atau qiyas Iblis ini adalah qiyas yang paling rusak. Qiyas ini adalah qiyas batil karena bertentangan dengan perintah Allah I yang menyuruhnya untuk sujud. Sedangkan qiyas jika berlawanan dengan nash, maka ia menjadi batil karena maksud dari qiyas itu adalah menetapkan hukum yang tidak ada padanya nash, mendekatkan sejumlah perkara kepada yang ada nashnya, sehingga keberadaannya menjadi pengikut bagi nash.
Bila qiyas itu berlawanan dengan nash dan tetap digunakan/ diakui, maka konse-kuensinya akan menggugurkan nash. Dan inilah qiyas yang paling jelek!
Sumpah mereka untuk menggoda Bani Adam terus berlangsung sampai hari kiamat setelah mereka berhasil menggoda Abul Basyar (bapak manusia) Adam dan vonis sesat dari Allah I untuk mereka. Allah I mengingatkan kita dengan firman-Nya:
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Ia menanggalkan pakaian kedua-nya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raf: 27) Karena setan sebagai musuh kita, maka kita diperintahkan untuk menjadi musuh setan. Allah I berfirman:
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)
Allah I berfirman:
“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedangkan mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Jadi kesimpulannya , insyaAllah pastilah bahwa iblis adalah bapak dari para syetan sebagaimana adam merupakan bapak dari para manusia. Dan jin itu merupakan makhluk gaib yang seperti manusia, bisa beriman dan beramal salih dan bisa juga berbuat jahat. Sedangkan syetan adalah golongan yang membangkang dan mendustai kebenaran dari golongan jin dan manusia (lihat surat An-Naas ayat 5-6). Semoga kita semua terlindung dari godaan-godaannya. Wallahu a'lam. Wal ’ilmu ’indallah.
sumber : http://unik-java.blogspot.com
Mau Yang HOT HOT
Mengapa website porno banyak penggemarnya?
Mengapa website porno banyak penggemarnya?
Memang agak mbuat penasaran judul di atas?
Para blogger yang sering berkutat dengan blog dan seluk beluknya pasti mengetahui bagaimana perkembangan dan pertumbuhan blog yang sedang naik daun, membludak pengunjungnya, dan hal-hal lainnya menyangkut dunia blog di dunia maya.
Ingatlah selalu Allah berfirman :
"dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk." (QS Al- Israa' : 32)
Lalu apa hubungannya dengan website dan blog porno?? Hubungannya adalah kenapa kok yang cepat sekali berkembang itu adalah blog dan website yang memposting hal-hal porno, ataupun sesuatu yang terkesan menggunakan bahasa-bahasa porno.
Sebelumnya perlu diperjelas, apa sih definisi porno? Apakah porno itu patokannya menurut manusia, ataukah porno menurut pencipta manusia??
Tentu saja sebagai kaum muslimin acuannya adalah porno menurut pembuat syariat ini, yaitu porno menurut Allah. Sebenarnya definisi porno menurut Islam itu sangat mudah, tidak bertele-tele, tidak njelimet, sebagaimana penilaian manusia tentang porno. Porno, jika ditinjau dari pakaian, tentunya adalah orang yang tidak memakai pakaian yang menutup aurat, dan aurat laki-laki berbeda pula dengan aurat wanita. Tidak semua yang menutup aurat juga bebas dari penilaian porno ini,.. contoh jika ada wanita yang memakai jilbab, tapi jilbabnya jilbab “balita” yang banyak dipakai orang dewasa, dan juga dengan pakaian yang membentuk lekuk-lekuk tubuh, ini juga termasuk ke dalam porno,..sebab tidak ada bedanya, karena itu juga termasuk “berpakaian tapi telanjang” yang ini banyak terjadi pada wanita-wanita muslim di indonesia, karena mereka tidak tahu bagaimana sih memakai jilbab yang sesuai dengan aturan islam.
Katagori porno juga tidak hanya seputar pakaian dan gambar, tapi juga tulisan-tulisan yang membangkitkan syahwat, juga sudah pasti video-video yang mengumbar aurat.
Jika porno menurut manusia bermacam-macam lagi, contohnya saja mereka yang berkecimpung dalam dunia seni menganggap bahwa itu adalah seni, maka sebenarnya kita mudah untuk menjawabnya, memang benar, itu mempunyai nilai seni yang tinggi, tapi itu disebutnya adalah seni pornografi, punya nilai tinggi, dan mendapatkan dosa yang besar juga. Pendapatan dosa itu semakin berlipat-lipat tatkala semakin banyak penggemar seni pornografi tersebut, jadi bukan dosa yang kecil…. nah bagaimana dengan orang yang membela seni pornografi ini?? Apalagi agamanya adalah islam?
Mungkin ada yang berpandangan juga, jika pornografi dilarang, maka melanggar HAM , sungguh ini pandangan yang sangat picik,.. tidakkah kita sadar, siapa yang menciptakan kita? menciptakan alam semesta ini? Yang menciptakan adalah Allah. Allah melarang tindakan-tingakan pornografi , sungguh orang yang mengatakan itu melanggar HAM adalah orang yang tidak tahu diri. Tidak melihat siapa dirinya, siapa yang menciptakannya. Allah melarang pornografi tentu karena untuk kebaikan manusia, bukan untuk mencelakakan manusia. Taruhlah itu melanggar HAM, sehingga dibela, lalu tidakkah mereka berpikir, bahwa pornografi itu melanggar hak Allah? Mana yang lebih diutamakan?? Tentu kita membela hak Allah, dan selamanya hak allah itu tidak akan membuat manusia celaka, justru sebaliknya.
Bagi warga non muslim yang berada di barat sono, di eropa, atau di amrik, mungkin sudah bukan hal aneh pemandangan porno sudah menyebar, sudah membudaya. Walaupun begitu ternyata dinegara-negara tersebut peraturan yang ada sangatlah ketat. Contoh peraturan itu adalah penjualan barang-barang pornografi diatur sedemikian rupa, sehingga tidak mudah mengedarkannya. Contohnya film-film porno, majalah porno, dan porno-porno yang lainnya.
Sungguh kenyataan yang pahit, di indonesia kondisinya bisa lebih barat dari negeri barat itu sendiri,.. contoh di jerman, tempat-tempat prostitusi, penjualan vcd-vcd porno, itu diatur dengan baik, ada aturannya, nah di indonesia bisa kita dapati dimana-mana, jualan vcd porno pun dibawah pohon asem juga bisa,.. miris memang,.. belum lagi kondisi wanita-wanitanya,….
Pernah saya dengarkan dari acara bedah buku menanti buah hati dan hadiah untuk yang dinanti sebuah kejadian yang nyata itu terjadi, apa kejadiannya?? Yaitu ada wanita-wanita yang tinggal di eropa, karena mereka bosan dengan kebebasan yang selama ini mereka lakukan, ada dilingkungan mereka, mereka ingin pergi ke negeri-negeri kaum muslimin. Kemudian wanita tersebut turun dari pesawat, melangkah di bandara, apa yang dilihat dibandara? Ternyata wanita-wanita di negeri muslim ini sudah lebih barat dalam segi berpakaiannya, sehingga wanita-wanita tersebut putus asa, dan kembali lagi ke negeri mereka. Ternyata apa yang di dapati di negeri-negeri muslim lebih parah dari negeri mereka. Padahal niat mereka ke negeri muslim adalah untuk belajar tentang kehidupan wanita dalam islam. Sungguh fakta yang sangat memprihatinkan memang…..
Kembali ke blog dan website…kembali ke judul artikel ini,… kenapa sih pengunjung blog dan website porno berjubel?? Apakah ini gambaran masyarakat yang ada? Sehingga tidak jarang blog dan website yang memajang gambar porno untuk memancing pengunjungnya… baik dengan gambar porno, artikel porno, atau kata-kata / istilah-istilah yang berbau porno…. Sehingga tidak jarang karena hal ini, banyak para bloger membuat tag-tag dengan kata-kata cabul, kata-kata porno, atau memasang popup-popup yang mengundang birahi… kita berlindung dari cara-cara murahan dan hina ini…
Untuk itu bagi para pengelola web dan blog, khususnya yang mengaku muslim, janganlah merusak kaum muslimin dengan postingan-postingan yang dapat menghancurkan kaum muslimin sendiri.
Ingat, apa yang anda posting, akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah. Dan apa yang anda posting adalah tabungan akhirat anda, bisa menjadi tabungan dosa, bisa juga menadi tabungan pahala, tergantung dengan apa yang anda posting.
Mudah-mudahan para bloger muslim tidak terjerumus dalam perusakan moral bangsa ini. Postinglah postingan yang bermanfaat, bukan postingan sia-sia, iseng, atau postingan yang hanya menghabiskan waktu buat memposting atau membacanya, namun hasil yang didapat adalah kesia-siaan.
Janganlah berniat mengundang pengunjung sebanyak-banyaknya untuk memperbanyak dosa anda…
Mau Yang HOT HOT
Memang agak mbuat penasaran judul di atas?
Para blogger yang sering berkutat dengan blog dan seluk beluknya pasti mengetahui bagaimana perkembangan dan pertumbuhan blog yang sedang naik daun, membludak pengunjungnya, dan hal-hal lainnya menyangkut dunia blog di dunia maya.
Ingatlah selalu Allah berfirman :
"dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk." (QS Al- Israa' : 32)
Lalu apa hubungannya dengan website dan blog porno?? Hubungannya adalah kenapa kok yang cepat sekali berkembang itu adalah blog dan website yang memposting hal-hal porno, ataupun sesuatu yang terkesan menggunakan bahasa-bahasa porno.
Sebelumnya perlu diperjelas, apa sih definisi porno? Apakah porno itu patokannya menurut manusia, ataukah porno menurut pencipta manusia??
Tentu saja sebagai kaum muslimin acuannya adalah porno menurut pembuat syariat ini, yaitu porno menurut Allah. Sebenarnya definisi porno menurut Islam itu sangat mudah, tidak bertele-tele, tidak njelimet, sebagaimana penilaian manusia tentang porno. Porno, jika ditinjau dari pakaian, tentunya adalah orang yang tidak memakai pakaian yang menutup aurat, dan aurat laki-laki berbeda pula dengan aurat wanita. Tidak semua yang menutup aurat juga bebas dari penilaian porno ini,.. contoh jika ada wanita yang memakai jilbab, tapi jilbabnya jilbab “balita” yang banyak dipakai orang dewasa, dan juga dengan pakaian yang membentuk lekuk-lekuk tubuh, ini juga termasuk ke dalam porno,..sebab tidak ada bedanya, karena itu juga termasuk “berpakaian tapi telanjang” yang ini banyak terjadi pada wanita-wanita muslim di indonesia, karena mereka tidak tahu bagaimana sih memakai jilbab yang sesuai dengan aturan islam.
Katagori porno juga tidak hanya seputar pakaian dan gambar, tapi juga tulisan-tulisan yang membangkitkan syahwat, juga sudah pasti video-video yang mengumbar aurat.
Jika porno menurut manusia bermacam-macam lagi, contohnya saja mereka yang berkecimpung dalam dunia seni menganggap bahwa itu adalah seni, maka sebenarnya kita mudah untuk menjawabnya, memang benar, itu mempunyai nilai seni yang tinggi, tapi itu disebutnya adalah seni pornografi, punya nilai tinggi, dan mendapatkan dosa yang besar juga. Pendapatan dosa itu semakin berlipat-lipat tatkala semakin banyak penggemar seni pornografi tersebut, jadi bukan dosa yang kecil…. nah bagaimana dengan orang yang membela seni pornografi ini?? Apalagi agamanya adalah islam?
Mungkin ada yang berpandangan juga, jika pornografi dilarang, maka melanggar HAM , sungguh ini pandangan yang sangat picik,.. tidakkah kita sadar, siapa yang menciptakan kita? menciptakan alam semesta ini? Yang menciptakan adalah Allah. Allah melarang tindakan-tingakan pornografi , sungguh orang yang mengatakan itu melanggar HAM adalah orang yang tidak tahu diri. Tidak melihat siapa dirinya, siapa yang menciptakannya. Allah melarang pornografi tentu karena untuk kebaikan manusia, bukan untuk mencelakakan manusia. Taruhlah itu melanggar HAM, sehingga dibela, lalu tidakkah mereka berpikir, bahwa pornografi itu melanggar hak Allah? Mana yang lebih diutamakan?? Tentu kita membela hak Allah, dan selamanya hak allah itu tidak akan membuat manusia celaka, justru sebaliknya.
Bagi warga non muslim yang berada di barat sono, di eropa, atau di amrik, mungkin sudah bukan hal aneh pemandangan porno sudah menyebar, sudah membudaya. Walaupun begitu ternyata dinegara-negara tersebut peraturan yang ada sangatlah ketat. Contoh peraturan itu adalah penjualan barang-barang pornografi diatur sedemikian rupa, sehingga tidak mudah mengedarkannya. Contohnya film-film porno, majalah porno, dan porno-porno yang lainnya.
Sungguh kenyataan yang pahit, di indonesia kondisinya bisa lebih barat dari negeri barat itu sendiri,.. contoh di jerman, tempat-tempat prostitusi, penjualan vcd-vcd porno, itu diatur dengan baik, ada aturannya, nah di indonesia bisa kita dapati dimana-mana, jualan vcd porno pun dibawah pohon asem juga bisa,.. miris memang,.. belum lagi kondisi wanita-wanitanya,….
Pernah saya dengarkan dari acara bedah buku menanti buah hati dan hadiah untuk yang dinanti sebuah kejadian yang nyata itu terjadi, apa kejadiannya?? Yaitu ada wanita-wanita yang tinggal di eropa, karena mereka bosan dengan kebebasan yang selama ini mereka lakukan, ada dilingkungan mereka, mereka ingin pergi ke negeri-negeri kaum muslimin. Kemudian wanita tersebut turun dari pesawat, melangkah di bandara, apa yang dilihat dibandara? Ternyata wanita-wanita di negeri muslim ini sudah lebih barat dalam segi berpakaiannya, sehingga wanita-wanita tersebut putus asa, dan kembali lagi ke negeri mereka. Ternyata apa yang di dapati di negeri-negeri muslim lebih parah dari negeri mereka. Padahal niat mereka ke negeri muslim adalah untuk belajar tentang kehidupan wanita dalam islam. Sungguh fakta yang sangat memprihatinkan memang…..
Kembali ke blog dan website…kembali ke judul artikel ini,… kenapa sih pengunjung blog dan website porno berjubel?? Apakah ini gambaran masyarakat yang ada? Sehingga tidak jarang blog dan website yang memajang gambar porno untuk memancing pengunjungnya… baik dengan gambar porno, artikel porno, atau kata-kata / istilah-istilah yang berbau porno…. Sehingga tidak jarang karena hal ini, banyak para bloger membuat tag-tag dengan kata-kata cabul, kata-kata porno, atau memasang popup-popup yang mengundang birahi… kita berlindung dari cara-cara murahan dan hina ini…
Untuk itu bagi para pengelola web dan blog, khususnya yang mengaku muslim, janganlah merusak kaum muslimin dengan postingan-postingan yang dapat menghancurkan kaum muslimin sendiri.
Ingat, apa yang anda posting, akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah. Dan apa yang anda posting adalah tabungan akhirat anda, bisa menjadi tabungan dosa, bisa juga menadi tabungan pahala, tergantung dengan apa yang anda posting.
Mudah-mudahan para bloger muslim tidak terjerumus dalam perusakan moral bangsa ini. Postinglah postingan yang bermanfaat, bukan postingan sia-sia, iseng, atau postingan yang hanya menghabiskan waktu buat memposting atau membacanya, namun hasil yang didapat adalah kesia-siaan.
Janganlah berniat mengundang pengunjung sebanyak-banyaknya untuk memperbanyak dosa anda…
Mau Yang HOT HOT
Apa itu syi'ah?
Apa itu syi'ah?
Apakah syiah itu ?
Bismillahir rahmanir rahim......
Syiah adalah aliran sempalan dalam Islam dan Syiah merupakan salah satu dari sekian banyak aliran-aliran sempalan dalam Islam.
Sedangkan yang dimaksud dengan aliran sempalan dalam Islam adalah aliran yang ajaran-ajarannya menyempal atau menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya yang telah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, atau dalam bahasa agamanya disebut Ahli Bid’ah.
Selanjutnya oleh karena aliran-aliran Syiah itu bermacam-macam, ada aliran Syiah Zaidiyah ada aliran Syiah Imamiyah Itsna Asyariah ada aliran Syiah Ismailiyah dll, maka saat ini apabila kita menyebut kata Syiah, maka yang dimaksud adalah aliran Syiah Imamiyah Itsna Asyariah yang sedang berkembang di negara kita dan berpusat di Iran atau yang sering disebut dengan Syiah Khumainiyah.
Hal mana karena Syiah inilah yang sekarang menjadi penyebab adanya keresahan dan permusuhan serta perpecahan didalam masyarakat, sehingga mengganggu dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita.
Tokoh-tokoh Syiah inilah yang sekarang sedang giat-giatnya menyesatkan umat Islam dari ajaran Islam yang sebenarnya.
Apa arti kata Syiah menurut bahasa ?
Kata Syiah berasal dari bahasa Arab yang artinya pengikut, juga mengandung makna pendukung dan pecinta, juga dapat diartikan kelompok.
Sebagai contoh : Syiah Muhammad artinya pengikut Muhammad atau pecinta Muhammad atau kelompok Muhammad.
Oleh karena itu dalam arti bahasa, Muslimin bisa disebut sebagai Syiahnya Muhammad bin Abdillah Shallallahu alaihi wa sallam dan pengikut Isa bisa disebut sebagai Syiahnya Isa alaihis salam.
Kemudian perlu diketahui bahwa di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Syiah-syiah atau kelompok-kelompok yang ada sebelum Islam, semuanya dihilangkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, sehingga saat itu tidak ada lagi Syiah itu dan tidak ada Syiah ini.
Hal mana karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam diutus untuk mempersatukan umat dan tidak diutus untuk membuat kelompok-kelompok atau syiah ini syiah itu.
Allah berfirman :
واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا ( العمران:١۰٣)
“ Dan berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai berai (berkelompok-kelompok).”
Tapi setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam wafat, benih-benih perpecahan mulai ada, sehingga saat itu ada kelompok-kelompok atau syiah-syiah yang mendukung seseorang, tapi sifatnya politik.
Misalnya sebelum Sayyidina Abu Bakar radhiallahu'anhu di baiat sebagai Khalifah, pada waktu itu ada satu kelompok dari orang-orang Ansor yang berusaha ingin mengangkat Saad bin Ubadah sebagai Khalifah. Tapi dengan disepakatinya Sayyidina Abu Bakar radhiallahu'anhu menjadi Khalifah, maka bubarlah kelompok tersebut.
Begitu pula saat itu ada kelompok kecil yang berpendapat bahwa Sayyidina Ali lebih berhak menjadi Khalifah dengan alasan karena dekatnya hubungan kekeluargaan dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Tapi dengan baiatnya Sayyidina Ali radhiallahu 'anhu kepada Khalifah Abu Bakar, maka selesailah masalah tersebut.
Oleh karena dasarnya politik dan bukan aqidah, maka hal-hal yang demikian itu selalu terjadi, sebentar timbul dan sebentar hilang atau bubar.
Begitu pula setelah Sayyidina Ali dibaiat sebagai Khalifah, dimana saat itu Muawiyah memberontak dari kepemimpinan Kholifah Ali, maka hal yang semacam itu timbul lagi, sehingga waktu itu ada kelompok Ali atau Syiah Ali dan ada kelompok Muawiyah atau syiah Muawiyah.
Jadi istilah syiah pada saat itu tidak hanya dipakai untuk pengikut atau kelompok Imam Ali saja, tapi pengikut atau kelompok Muawiyah juga disebut Syiah.
Argumentasi tersebut diperkuat dengan apa yang tertera dalam surat perjanjian atau Sohifah At-tahkim antara Imam Ali dengan Muawiyah, dimana dalam perjanjian tersebut disebutkan:
هذا ما تقاضى عليه على بن ابى طالب ومعاوية بن ابى سفيان وشيعتهما
( اصول مذهب الشيعة )
Ini adalah apa yang telah disepakati oleh Ali bin Abi Talib dan Muawiyah bin Abi Sufyan dan kedua Syiah mereka.
(Ushul Mazhab Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah)
Dengan demikian penyebutan kata syiah pada saat itu memang sudah ada, tetapi hanya dalam arti bahasa dan dasarnya hanya bersifat politik dan bukan landasan aqidah atau mazhab.
Adapun aqidah para sahabat saat itu, baik Imam Ali dan kelompoknya maupun Muawiyah dan kelompoknya, mereka sama-sama mengikuti apa-apa yang dikerjakan dan diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Hal ini dikuatkan oleh keterangan Imam Ali, dimana dalam suratnya kepada Ahli Amsor, beliau menceritakan mengenai apa yang terjadi antara beliau (Imam Ali) dengan Ahli Syam (Muawiyah) dalam perang Siffin sbb:
كان بدء امرنا انا التقينا والقوم من اهل الشام، والظاهر ان ربنا واحد، ونبينا واحد، ودعوتنا فى الاسلام واحد، ولا نستزيدهم فى الاسلام بالله والتصديق برسوله، ولا يستزيدوننا، الامر واحد الا ما اختلفنا فيه من دم عثمان، ونحن منه براء
( نهج البلاغة- ٤٤٨ )
Adapun mas’alah kita, yaitu telah terjadi pertempuran antara kami dengan ahli syam (Muawiyah dan Syiahnya).
Yang jelas Tuhan kita sama, Nabi kita juga sama dan da’wah kita dalam Islam juga sama. Begitu pula Iman kami pada Allah serta keyakinan kami kepada Rasulullah, tidak melebihi iman mereka, dan iman mereka juga tidak melebihi iman kami.
Masalahnya hanya satu, yaitu perselisihan kita dalam peristiwa terbunuhnya (Kholifah) Usman, sedang kami dalam peristiwa tersebut, tidak terlibat.”
(Nahjul Balaghoh – 448)
Selanjutnya, oleh karena permasalahannya hanya dalam masalah politik yang dikarenakan terbunuhnya Khalifah usman radhiallahu'anhu dan bukan dalam masalah aqidah, maka ketika Imam Ali mendengar ada dari pengikutnya yang mencaci maki Muawiyah dan kelompoknya, beliau marah dan melarang, seraya berkata:
انى اكره لكم ان تكونوا سبابين ، لكنكم لو وصفتم اعمالهم، وذكرتم حالهم، كان اصوب فى القول وابلغ فى العذر، وقلتم مكان سبكم اياهم، اللهم احقن دماءنا ودماءهم، واصلح
ذات بيننا وبينهم ( نهج البلاغة -٣٢٣)
“ Aku tidak suka kalian menjadi pengumpat (pencaci-maki), tapi andaikata kalian tunjukkan perbuatan mereka dan kalian sebutkan keadaan mereka, maka hal yang demikian itu akan lebih diterima sebagai alasan. Selanjutnya kalian ganti cacian kalian kepada mereka dengan :
Yaa Allah selamatkanlah darah kami dan darah mereka, serta damaikanlah kami dengan mereka
(Nahjul Balaghoh – 323)
Demikian pengarahan Imam Ali kepada pengikutnya dan pecintanya. Jika mencaci maki Muawiyah dan pengikutnya saja dilarang oleh Imam Ali, lalu bagaimana dengan orang-orang Syiah sekarang yang mencaci maki bahkan mengkafirkan Muawiyah dan pengikut-pengikutnya, layakkah mereka disebut sebagai pengikut Imam Ali
Kembali kepada pengertian Syiah dalam bahasa yang dalam bahasa Arabnya disebut Syiah Lughotan, sebagaimana yang kami terangkan diatas, maka sekarang ini ada orang-orang Sunni yang beranggapan bahwa dirinya otomatis Syiah. Hal mana tidak lain dikarenakan kurangnya pengetahuan mereka akan hal tersebut. Sehingga mereka tidak tahu bahwa yang sedang kita hadapi sekarang ini adalah Madzhab Syiah atau aliran syiah atau lengkapnya adalah aliran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyyah).
Oleh karena itu, istilah Syiah Lughotan tersebut tidak digunakan oleh orang-orang tua kita (Salafunassholeh), mereka takut masyarakat awam tidak dapat membedakan antara kata syiah dengan arti kelompok atau pengikut dengan aliran syiah atau Madzhab Syiah. Hal mana karena adanya aliran-aliran syiah yang bermacam-macam, yang kesemuanya telah ditolak dan dianggap sesat oleh Salafunassholeh.
Selanjutnya salafunassholeh menggunakan istilah Muhibbin bagi pengikut dan pecinta Imam Ali dan keturunannya dan istilah tersebut digunakan sampai sekarang.
Ada satu catatan yang perlu diperhatikan, oleh karena salafunassholeh tidak mau menggunakan kata Syiah dalam menyebut kata kelompok atau kata pengikut dikarenakan adanya aliran-aliran Syiah yang bermacam-macam, maka kata syiah akhirnya hanya digunakan dalam menyebut kelompok Rofidhah, yaitu orang-orang Syiah yang dikenal suka mencaci maki Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar.
Sehingga sekarang kalau ada yang menyebut kata Syiah, maka
yang dimaksud adalah aliran atau madzhab Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah.
Memang dengan tidak adanya penerangan yang jelas mengenai Syiah Lughotan dan Syiah Madhhaban, maka mudah bagi orang-orang Syiah untuk mengaburkan masalah, sehingga merupakan kesempatan yang baik bagi mereka dalam usaha mereka mensyiahkan masyarakat Indonesia yang dikenal sejak dahulu sebagai pecinta keluarga Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Apa yang dimaksud dengan aliran (madzhab)Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah itu ?
Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah adalah salah satu aliran Syiah dari sekian banyak aliran-aliran Syiah yang satu sama lain berebut menamakan aliran Syiahnya sebagai madzhab Ahlul Bait. Dan penganutnya mengklaim hanya dirinya saja atau golongannya yang mengikuti dan mencintai Ahlul Bait. Aliran Syiah inilah yang dianut atau diikuti oleh mayoritas (65 %) rakyat IRAN. Begitu pula sebagai aliran Syiah yang diikuti oleh orang-orang di Indonesia yang gandrung kepada Khumaini dan Syiahnya.
Apabila dibanding dengan aliran-aliran Syiah yang lain, maka aliran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ini merupakan aliran Syiah yang paling sesat (GHULAH) dan paling berbahaya bagi agama, bangsa dan negara pada saat ini.
Dengan menggunakan strategi yang licik yang mereka namakan TAGIYAH (berdusta) yang berakibat dapat menghalalkan segala cara, aliran ini dikembangkan.
Akibatnya banyak orang-orang yang beraqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tertipu dan termakan oleh propaganda mereka, sehingga keluar dari agama nenek moyangnya (Islam) dan masuk Syiah.
Karena didasari oleh Ashobiyah atau kefanatikan yang mendalam, maka aliran ini cepat menjalar dan berkembang, terutama dikalangan awam Alawiyyin (keturunan nabi Muhammad) dan Muhibbin (pecinta mereka). Sehingga bagaikan penyakit kanker yang ganas sedang berkembang didalam tubuh yang sehat, yang ratusan tahun dikenal beraqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
Sebenarnya bagi orang-orang yang berpendidikan agama, wabah ini tidak sampai menggoyahkan iman mereka, tapi bagi orang-orang yang kurang pengetahuan Islamnya, mudah sekali terjangkit penyakit ini.
Dalam situasi yang memprihatinkan ini, bangkitlah orang-orang yang merasa terpanggil untuk melawan dan memerangi aliran tersebut. Berbagai cara telah mereka tempuh, ada yang dengan jalan berceramah, ada yang dengan menulis, bahkan ada yang dengan jalan berdiskusi dan Alhamdulillah mendapat sambutan yang positif dari masyarakat dan dari pemerintah.
Berbeda dengan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang penuh dengan saling hormat menghormati dan penuh dengan cinta mencintai serta penuh dengan maaf memaafkan karena berdasarkan Al Ahlaqul Karimah dan Al Afwa Indal Magdiroh (pemberian maaf disaat ia dapat membalas) serta Husnudhdhon (baik sangka), maka ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ini penuh dengan caci maki dan penuh dengan fitnahan-fitnahan serta penuh dengan laknat-melaknat, karena dilandasi dengan Suudhdhon (buruk sangka) dan dendam kesumat serta kefanatikan yang tidak berdasar.
Dapat kita lihat bagaimana mereka tanpa sopan berani dan terang-terangan mencaci maki para sahabat, memfitnah istri-istri Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, khususnya Siti Aisyah, bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri tidak luput dari tuduhan mereka.
Ajaran-ajaran Syiah yang meresahkan dan membangkitkan amarah umat Islam ini, membuat para ulama di seluruh dunia sepakat untuk memberikan penerangan kepada masyarakat. Ratusan judul kitab diterbitkan, berjuta kitab dicetak dengan maksud agar masyarakat mengetahui kesesatan Syiah dan waspada terhadap gerakan Syiah. Dalam menulis kitab-kitab tersebut para ulama kita itu mengambil sumber dan sandaran dari kitab-kitab Syiah (kitab-kitab rujukan Syiah), sehingga sukar sekali bagi orang-orang Syiah untuk menyanggahnya.
Selanjutnya dengan banyaknya beredar kitab-kitab yang memuat dan memaparkan kesesatan ajaran Syiah, maka banyak orang-orang yang dahulunya terpengaruh kepada Syiah, menjadi sadar dan kembali kepada aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Hal ini tentu tidak lepas hidayah dan inayah serta taufiq dari Allah SWT. Terkecuali orang-orang yang memang bernasib buruk, yaitu orang-orang yang sudah ditakdirkan oleh Allah sebagai orang Syagi (celaka dan sengsara).
Semoga kita dan keluarga kita digolongkan sebagai orang-orang yang Suada’ atau orang-orang yang beruntung yang diselamatkan oleh Allah dari aliran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah yang sesat dan menyesatkan.
Mau Yang HOT HOT
Apakah syiah itu ?
Bismillahir rahmanir rahim......
Syiah adalah aliran sempalan dalam Islam dan Syiah merupakan salah satu dari sekian banyak aliran-aliran sempalan dalam Islam.
Sedangkan yang dimaksud dengan aliran sempalan dalam Islam adalah aliran yang ajaran-ajarannya menyempal atau menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya yang telah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, atau dalam bahasa agamanya disebut Ahli Bid’ah.
Selanjutnya oleh karena aliran-aliran Syiah itu bermacam-macam, ada aliran Syiah Zaidiyah ada aliran Syiah Imamiyah Itsna Asyariah ada aliran Syiah Ismailiyah dll, maka saat ini apabila kita menyebut kata Syiah, maka yang dimaksud adalah aliran Syiah Imamiyah Itsna Asyariah yang sedang berkembang di negara kita dan berpusat di Iran atau yang sering disebut dengan Syiah Khumainiyah.
Hal mana karena Syiah inilah yang sekarang menjadi penyebab adanya keresahan dan permusuhan serta perpecahan didalam masyarakat, sehingga mengganggu dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita.
Tokoh-tokoh Syiah inilah yang sekarang sedang giat-giatnya menyesatkan umat Islam dari ajaran Islam yang sebenarnya.
Apa arti kata Syiah menurut bahasa ?
Kata Syiah berasal dari bahasa Arab yang artinya pengikut, juga mengandung makna pendukung dan pecinta, juga dapat diartikan kelompok.
Sebagai contoh : Syiah Muhammad artinya pengikut Muhammad atau pecinta Muhammad atau kelompok Muhammad.
Oleh karena itu dalam arti bahasa, Muslimin bisa disebut sebagai Syiahnya Muhammad bin Abdillah Shallallahu alaihi wa sallam dan pengikut Isa bisa disebut sebagai Syiahnya Isa alaihis salam.
Kemudian perlu diketahui bahwa di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam Syiah-syiah atau kelompok-kelompok yang ada sebelum Islam, semuanya dihilangkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, sehingga saat itu tidak ada lagi Syiah itu dan tidak ada Syiah ini.
Hal mana karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam diutus untuk mempersatukan umat dan tidak diutus untuk membuat kelompok-kelompok atau syiah ini syiah itu.
Allah berfirman :
واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا ( العمران:١۰٣)
“ Dan berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai berai (berkelompok-kelompok).”
Tapi setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam wafat, benih-benih perpecahan mulai ada, sehingga saat itu ada kelompok-kelompok atau syiah-syiah yang mendukung seseorang, tapi sifatnya politik.
Misalnya sebelum Sayyidina Abu Bakar radhiallahu'anhu di baiat sebagai Khalifah, pada waktu itu ada satu kelompok dari orang-orang Ansor yang berusaha ingin mengangkat Saad bin Ubadah sebagai Khalifah. Tapi dengan disepakatinya Sayyidina Abu Bakar radhiallahu'anhu menjadi Khalifah, maka bubarlah kelompok tersebut.
Begitu pula saat itu ada kelompok kecil yang berpendapat bahwa Sayyidina Ali lebih berhak menjadi Khalifah dengan alasan karena dekatnya hubungan kekeluargaan dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Tapi dengan baiatnya Sayyidina Ali radhiallahu 'anhu kepada Khalifah Abu Bakar, maka selesailah masalah tersebut.
Oleh karena dasarnya politik dan bukan aqidah, maka hal-hal yang demikian itu selalu terjadi, sebentar timbul dan sebentar hilang atau bubar.
Begitu pula setelah Sayyidina Ali dibaiat sebagai Khalifah, dimana saat itu Muawiyah memberontak dari kepemimpinan Kholifah Ali, maka hal yang semacam itu timbul lagi, sehingga waktu itu ada kelompok Ali atau Syiah Ali dan ada kelompok Muawiyah atau syiah Muawiyah.
Jadi istilah syiah pada saat itu tidak hanya dipakai untuk pengikut atau kelompok Imam Ali saja, tapi pengikut atau kelompok Muawiyah juga disebut Syiah.
Argumentasi tersebut diperkuat dengan apa yang tertera dalam surat perjanjian atau Sohifah At-tahkim antara Imam Ali dengan Muawiyah, dimana dalam perjanjian tersebut disebutkan:
هذا ما تقاضى عليه على بن ابى طالب ومعاوية بن ابى سفيان وشيعتهما
( اصول مذهب الشيعة )
Ini adalah apa yang telah disepakati oleh Ali bin Abi Talib dan Muawiyah bin Abi Sufyan dan kedua Syiah mereka.
(Ushul Mazhab Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah)
Dengan demikian penyebutan kata syiah pada saat itu memang sudah ada, tetapi hanya dalam arti bahasa dan dasarnya hanya bersifat politik dan bukan landasan aqidah atau mazhab.
Adapun aqidah para sahabat saat itu, baik Imam Ali dan kelompoknya maupun Muawiyah dan kelompoknya, mereka sama-sama mengikuti apa-apa yang dikerjakan dan diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Hal ini dikuatkan oleh keterangan Imam Ali, dimana dalam suratnya kepada Ahli Amsor, beliau menceritakan mengenai apa yang terjadi antara beliau (Imam Ali) dengan Ahli Syam (Muawiyah) dalam perang Siffin sbb:
كان بدء امرنا انا التقينا والقوم من اهل الشام، والظاهر ان ربنا واحد، ونبينا واحد، ودعوتنا فى الاسلام واحد، ولا نستزيدهم فى الاسلام بالله والتصديق برسوله، ولا يستزيدوننا، الامر واحد الا ما اختلفنا فيه من دم عثمان، ونحن منه براء
( نهج البلاغة- ٤٤٨ )
Adapun mas’alah kita, yaitu telah terjadi pertempuran antara kami dengan ahli syam (Muawiyah dan Syiahnya).
Yang jelas Tuhan kita sama, Nabi kita juga sama dan da’wah kita dalam Islam juga sama. Begitu pula Iman kami pada Allah serta keyakinan kami kepada Rasulullah, tidak melebihi iman mereka, dan iman mereka juga tidak melebihi iman kami.
Masalahnya hanya satu, yaitu perselisihan kita dalam peristiwa terbunuhnya (Kholifah) Usman, sedang kami dalam peristiwa tersebut, tidak terlibat.”
(Nahjul Balaghoh – 448)
Selanjutnya, oleh karena permasalahannya hanya dalam masalah politik yang dikarenakan terbunuhnya Khalifah usman radhiallahu'anhu dan bukan dalam masalah aqidah, maka ketika Imam Ali mendengar ada dari pengikutnya yang mencaci maki Muawiyah dan kelompoknya, beliau marah dan melarang, seraya berkata:
انى اكره لكم ان تكونوا سبابين ، لكنكم لو وصفتم اعمالهم، وذكرتم حالهم، كان اصوب فى القول وابلغ فى العذر، وقلتم مكان سبكم اياهم، اللهم احقن دماءنا ودماءهم، واصلح
ذات بيننا وبينهم ( نهج البلاغة -٣٢٣)
“ Aku tidak suka kalian menjadi pengumpat (pencaci-maki), tapi andaikata kalian tunjukkan perbuatan mereka dan kalian sebutkan keadaan mereka, maka hal yang demikian itu akan lebih diterima sebagai alasan. Selanjutnya kalian ganti cacian kalian kepada mereka dengan :
Yaa Allah selamatkanlah darah kami dan darah mereka, serta damaikanlah kami dengan mereka
(Nahjul Balaghoh – 323)
Demikian pengarahan Imam Ali kepada pengikutnya dan pecintanya. Jika mencaci maki Muawiyah dan pengikutnya saja dilarang oleh Imam Ali, lalu bagaimana dengan orang-orang Syiah sekarang yang mencaci maki bahkan mengkafirkan Muawiyah dan pengikut-pengikutnya, layakkah mereka disebut sebagai pengikut Imam Ali
Kembali kepada pengertian Syiah dalam bahasa yang dalam bahasa Arabnya disebut Syiah Lughotan, sebagaimana yang kami terangkan diatas, maka sekarang ini ada orang-orang Sunni yang beranggapan bahwa dirinya otomatis Syiah. Hal mana tidak lain dikarenakan kurangnya pengetahuan mereka akan hal tersebut. Sehingga mereka tidak tahu bahwa yang sedang kita hadapi sekarang ini adalah Madzhab Syiah atau aliran syiah atau lengkapnya adalah aliran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyyah).
Oleh karena itu, istilah Syiah Lughotan tersebut tidak digunakan oleh orang-orang tua kita (Salafunassholeh), mereka takut masyarakat awam tidak dapat membedakan antara kata syiah dengan arti kelompok atau pengikut dengan aliran syiah atau Madzhab Syiah. Hal mana karena adanya aliran-aliran syiah yang bermacam-macam, yang kesemuanya telah ditolak dan dianggap sesat oleh Salafunassholeh.
Selanjutnya salafunassholeh menggunakan istilah Muhibbin bagi pengikut dan pecinta Imam Ali dan keturunannya dan istilah tersebut digunakan sampai sekarang.
Ada satu catatan yang perlu diperhatikan, oleh karena salafunassholeh tidak mau menggunakan kata Syiah dalam menyebut kata kelompok atau kata pengikut dikarenakan adanya aliran-aliran Syiah yang bermacam-macam, maka kata syiah akhirnya hanya digunakan dalam menyebut kelompok Rofidhah, yaitu orang-orang Syiah yang dikenal suka mencaci maki Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar.
Sehingga sekarang kalau ada yang menyebut kata Syiah, maka
yang dimaksud adalah aliran atau madzhab Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah.
Memang dengan tidak adanya penerangan yang jelas mengenai Syiah Lughotan dan Syiah Madhhaban, maka mudah bagi orang-orang Syiah untuk mengaburkan masalah, sehingga merupakan kesempatan yang baik bagi mereka dalam usaha mereka mensyiahkan masyarakat Indonesia yang dikenal sejak dahulu sebagai pecinta keluarga Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Apa yang dimaksud dengan aliran (madzhab)Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah itu ?
Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah adalah salah satu aliran Syiah dari sekian banyak aliran-aliran Syiah yang satu sama lain berebut menamakan aliran Syiahnya sebagai madzhab Ahlul Bait. Dan penganutnya mengklaim hanya dirinya saja atau golongannya yang mengikuti dan mencintai Ahlul Bait. Aliran Syiah inilah yang dianut atau diikuti oleh mayoritas (65 %) rakyat IRAN. Begitu pula sebagai aliran Syiah yang diikuti oleh orang-orang di Indonesia yang gandrung kepada Khumaini dan Syiahnya.
Apabila dibanding dengan aliran-aliran Syiah yang lain, maka aliran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ini merupakan aliran Syiah yang paling sesat (GHULAH) dan paling berbahaya bagi agama, bangsa dan negara pada saat ini.
Dengan menggunakan strategi yang licik yang mereka namakan TAGIYAH (berdusta) yang berakibat dapat menghalalkan segala cara, aliran ini dikembangkan.
Akibatnya banyak orang-orang yang beraqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tertipu dan termakan oleh propaganda mereka, sehingga keluar dari agama nenek moyangnya (Islam) dan masuk Syiah.
Karena didasari oleh Ashobiyah atau kefanatikan yang mendalam, maka aliran ini cepat menjalar dan berkembang, terutama dikalangan awam Alawiyyin (keturunan nabi Muhammad) dan Muhibbin (pecinta mereka). Sehingga bagaikan penyakit kanker yang ganas sedang berkembang didalam tubuh yang sehat, yang ratusan tahun dikenal beraqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.
Sebenarnya bagi orang-orang yang berpendidikan agama, wabah ini tidak sampai menggoyahkan iman mereka, tapi bagi orang-orang yang kurang pengetahuan Islamnya, mudah sekali terjangkit penyakit ini.
Dalam situasi yang memprihatinkan ini, bangkitlah orang-orang yang merasa terpanggil untuk melawan dan memerangi aliran tersebut. Berbagai cara telah mereka tempuh, ada yang dengan jalan berceramah, ada yang dengan menulis, bahkan ada yang dengan jalan berdiskusi dan Alhamdulillah mendapat sambutan yang positif dari masyarakat dan dari pemerintah.
Berbeda dengan aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang penuh dengan saling hormat menghormati dan penuh dengan cinta mencintai serta penuh dengan maaf memaafkan karena berdasarkan Al Ahlaqul Karimah dan Al Afwa Indal Magdiroh (pemberian maaf disaat ia dapat membalas) serta Husnudhdhon (baik sangka), maka ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah ini penuh dengan caci maki dan penuh dengan fitnahan-fitnahan serta penuh dengan laknat-melaknat, karena dilandasi dengan Suudhdhon (buruk sangka) dan dendam kesumat serta kefanatikan yang tidak berdasar.
Dapat kita lihat bagaimana mereka tanpa sopan berani dan terang-terangan mencaci maki para sahabat, memfitnah istri-istri Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, khususnya Siti Aisyah, bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri tidak luput dari tuduhan mereka.
Ajaran-ajaran Syiah yang meresahkan dan membangkitkan amarah umat Islam ini, membuat para ulama di seluruh dunia sepakat untuk memberikan penerangan kepada masyarakat. Ratusan judul kitab diterbitkan, berjuta kitab dicetak dengan maksud agar masyarakat mengetahui kesesatan Syiah dan waspada terhadap gerakan Syiah. Dalam menulis kitab-kitab tersebut para ulama kita itu mengambil sumber dan sandaran dari kitab-kitab Syiah (kitab-kitab rujukan Syiah), sehingga sukar sekali bagi orang-orang Syiah untuk menyanggahnya.
Selanjutnya dengan banyaknya beredar kitab-kitab yang memuat dan memaparkan kesesatan ajaran Syiah, maka banyak orang-orang yang dahulunya terpengaruh kepada Syiah, menjadi sadar dan kembali kepada aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Hal ini tentu tidak lepas hidayah dan inayah serta taufiq dari Allah SWT. Terkecuali orang-orang yang memang bernasib buruk, yaitu orang-orang yang sudah ditakdirkan oleh Allah sebagai orang Syagi (celaka dan sengsara).
Semoga kita dan keluarga kita digolongkan sebagai orang-orang yang Suada’ atau orang-orang yang beruntung yang diselamatkan oleh Allah dari aliran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah yang sesat dan menyesatkan.
Mau Yang HOT HOT
Langganan:
Postingan (Atom)









